Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong masyarakat dalam menggunakan transportasi massal perkotaan guna menekan tingginya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai Rp300 triliun per tahun. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat layanan Bus Rapid Transit (BRT) di berbagai daerah, termasuk Trans Batam.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan mengatakan, sektor transportasi saat ini menjadi penyerap terbesar subsidi BBM nasional. Oleh karena itu, pengembangan angkutan umum massal dinilai menjadi solusi penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) melalui skema Buy The Service (BTS) ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan mobilitas kota yang tertib, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Aan dalam Peluncuran Pengoperasian Bus Trans Batam Tahun 2026 di Batam, dikutip Kamis (28/5/2026).
