Tak Peduli Resesi, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jumat Pagi

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat 125 poin atau 0,87 persen ke posisi Rp14.255 per dolar AS. Mata uang Garuda terus perkasa dalam beberapa hari terakhir melawan dolar AS.
Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis (5/11/2020) sore ditutup menguat. Rupiah naik 39 poin atau 0,27 persen menjadi Rp14.388 per dolar AS.
1. Rupiah cuekin resesi

Penguatan nilai tukar rupiah seolah mengesampingkan kondisi ekonomi Indonesia yang mengalami resesi. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/11/2020) telah mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 sebesar minus 3,49 persen.
Ini kedua kalinya pertumbuhan ekonomi negatif Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi menukik tajam hingga minus 5,32 persen. Dua kali berturut-turuttumbuh negatif, Indonesia memasuki resesi.
2. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS karena Biden effect

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menilai pemilu AS sekarang bergantung pada penghitungan suara dari beberapa negara bagian yang tersisa, dan Trump sudah mengajukan tuntutan hukum dan penghitungan ulang di Pennsylvania dan Michigan.
"Harapan bahwa kemenangan Biden akan mengambil nada yang sedikit lebih lembut pada kebijakan perdagangan kemungkinan akan melemahkan dolar terhadap mata uang negara-negara yang sering menghadapi ancaman tarif selama pemerintahan Trump," kata Ibrahim.
3. Penguatan rupiah masih yang tertinggi di kawasan Asia

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih merupakan yang terbesar di wilayah Asia. Menyusul di belakangnya ada mata uang rupee India yang menguat 0,48 persen, kemudian mata uang baht Thailand yang menguat 0,25 persen dan mata uang won Korea Selatan yang menguat 0,2 persen.



















