Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lelang SUN Maret 2026, Pemerintah Berhasil Serap Dana Rp40 Triliun

Lelang SUN Maret 2026, Pemerintah Berhasil Serap Dana Rp40 Triliun
Ilustrasi utang konsumtif (freepik.com/rawpixel.com)
Intinya Sih
  • Pemerintah berhasil menyerap dana Rp40 triliun dari total penawaran Rp58,22 triliun dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 31 Maret 2026.
  • Lelang mencakup sembilan seri, terdiri dari tiga SPN jangka pendek dan enam obligasi negara berkupon tetap dengan tenor menengah hingga panjang.
  • Seri SPN01260502 mencatat bid-to-cover ratio tertinggi 4,75 kali, menunjukkan minat kuat investor terhadap instrumen jangka pendek dan kepercayaan pada stabilitas fiskal pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Pemerintah kembali mencatat hasil positif dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026. Dari total penawaran yang masuk sebesar Rp58,22 triliun, pemerintah menyerap dana sebesar Rp40 triliun.

Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, lelang kali ini mencakup sembilan seri, terdiri dari tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri obligasi negara dengan kupon tetap (Fixed Rate/FR).

1. Rincian instrumen jangka pendek

ilustrasi utang (unsplash.com/rc.xyz NFT gallery)
ilustrasi utang (unsplash.com/rc.xyz NFT gallery)

Instrumen jangka pendek menunjukkan minat yang cukup tinggi dari investor, terutama untuk seri SPN dengan jatuh tempo kurang dari dua tahun. Hasil lelang pada kategori ini tercatat sebagai berikut:

  • SPN01260502: Penawaran mencapai Rp4,75 triliun, dengan nilai yang diserap Rp1 triliun. Yield rata-rata tercatat 4,90 persen, dan obligasi ini akan jatuh tempo pada 2 Mei 2026.
  • SPN12260702: Penawaran sebesar Rp1,15 triliun seluruhnya diserap, dengan yield 5,30 persen, jatuh tempo 2 Juli 2026.
  • SPN12270401: Penawaran tercatat Rp6,6 triliun, dengan nilai diserap Rp5 triliun. Yield rata-rata mencapai 5,45 persen, dengan jatuh tempo 1 April 2027.

2. Obligasi tenor menengah hingga panjang

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain instrumen jangka pendek, lelang kali ini juga menunjukkan minat kuat investor pada obligasi dengan tenor menengah hingga panjang. Hasil lelang pada kategori ini tercatat sebagai berikut:

  • FR0109: Penawaran mencapai Rp19,93 triliun, dengan nilai diserap Rp16,7 triliun. Yield rata-rata tercatat 6,58 persen, kupon 5,875 persen, dan jatuh tempo 15 Maret 2031. Seri ini menjadi favorit investor karena menawarkan kombinasi kupon menarik dan tenor menengah yang relatif aman.
  • FR0108: Penawaran sebesar Rp12,22 triliun, dengan nilai diserap Rp7,4 triliun. Yield tercatat 6,87 persen, kupon 6,50 persen, dan jatuh tempo 15 April 2036. Minat investor yang tinggi menunjukkan keyakinan terhadap instrumen obligasi pemerintah jangka menengah.
  • FR0106: Penawaran tercatat Rp4,91 triliun, dengan nilai diserap Rp1,7 triliun. Yield rata-rata mencapai 6,94 persen, kupon 7,125 persen, dan jatuh tempo 15 Agustus 2040. Seri ini menawarkan kupon lebih tinggi sebagai kompensasi atas tenor yang lebih panjang.
  • FR0107: Penawaran Rp3,16 triliun, dengan nilai diserap Rp2,4 triliun. Yield tercatat 6,92 persen, kupon 7,125 persen, dan jatuh tempo 15 Agustus 2045. Seri ini diminati investor yang mengincar instrumen jangka panjang dengan kupon stabil.
  • FR0102: Penawaran Rp 1,91 triliun, dengan nilai diserap Rp1,5 triliun. Yield tercatat 6,93 persen, kupon 6,875 persen, dan jatuh tempo 15 Juli 2054. Seri ini menjadi pilihan bagi investor yang bersedia menahan obligasi untuk jangka sangat panjang.
  • FR0105: Penawaran Rp3,59 triliun, dengan nilai diserap Rp3,15 triliun. Yield tercatat 6,93 persen, kupon 6,875 persen, dan jatuh tempo 15 Juli 2064. Minat pada seri ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap keamanan obligasi pemerintah dengan tenor ekstra panjang.

3. SPN01260502 Catat Bid-to-Cover Tertinggi

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Permintaan investor terlihat dari bid-to-cover ratio, yang menunjukkan seberapa besar penawaran dibandingkan nilai yang diserap pemerintah. Bid-to-cover ratio tertinggi tercatat pada seri SPN01260502, sebesar 4,75 kali, menandakan minat kuat pada instrumen jangka pendek. Seri lainnya berada di kisaran 1,00–2,89 kali, menunjukkan permintaan yang stabil pada obligasi tenor menengah hingga panjang.

Pengumuman DJPPR menyebutkan bahwa tanggal setelmen atau penerbitan seluruh seri SUN dijadwalkan pada 2 April 2026. Hasil lelang ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal dan prospek ekonomi jangka menengah hingga panjang pemerintah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More