Tekanan The Fed dan Konflik Iran Bikin Rupiah Ditutup Melemah

- Isu pergantian Ketua The Fed jadi sorotan investor
- Ketegangan Timur Tengah tambah tekanan global
- Rupiah diperkirakan masih melemah awal pekan
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (30/1/2026). Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya sentimen global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.786 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 31 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.755 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat melemah hingga 45 poin.
1. Isu pergantian Ketua The Fed jadi sorotan investor
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah turut dipengaruhi sentimen dari AS, khususnya terkait rencana Presiden AS Donald Trump mengumumkan calon Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru.
Trump disebut menyampaikan pengumuman nominasi akan dilakukan Jumat pagi. Sejumlah laporan menyebutkan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh berada di posisi terdepan untuk mengisi jabatan tersebut.
Trump juga memberi isyarat sosok yang dipilih merupakan figur yang sebelumnya sudah dipertimbangkan untuk posisi puncak bank sentral AS. Warsh diketahui pernah bersaing dengan Jerome Powell pada 2017 dan dikenal mendukung pemangkasan suku bunga yang lebih agresif.
"Potensi nominasi Warsh muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar atas independensi Fed, di tengah seruan berulang dari Trump agar bank sentral memangkas suku bunga secara tajam," ujarnya.
2. Ketegangan Timur Tengah tambah tekanan global
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen geopolitik juga ikut membebani pasar. Ketegangan meningkat seiring penguatan kehadiran militer AS di Timur Tengah.
Trump dilaporkan mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait senjata nuklir. Jika tidak, AS disebut mempertimbangkan opsi serangan, yang langsung direspons Teheran dengan ancaman balasan keras.
Di saat bersamaan, pemerintahan AS dijadwalkan menggelar pertemuan terpisah dengan pejabat pertahanan dan intelijen Israel serta Arab Saudi di Washington. Meski demikian, pejabat AS menyatakan Trump masih meninjau berbagai opsi dan belum mengambil keputusan final terkait langkah militer.
"Pejabat AS mengatakan Trump sedang meninjau opsi-opsinya tetapi belum memutuskan apakah akan menyerang Iran," paparnya.
3. Rupiah diperkirakan masih melemah awal pekan
Ibrahim menjelaskan, pada perdagangan sore ini rupiah ditutup melemah 31 poin di level Rp16.786 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 45 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.755 per dolar AS.
Untuk perdagangan Senin (2/1/2026), dia memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.810 per dolar AS.















