Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Dibuka Melemah pada Level Rp16.809 per Dolar AS

ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
Intinya sih...
  • Mata uang di Asia kompak melemah, termasuk rupiah
  • Rupiah diprediksi akan terus melemah karena laporan MSCI
  • Pemerintah berusaha memperbaiki sentimen pasar terkait laporan MSCI
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah ke level Rp16.809 per dolar AS pada perdagangan Jumat (30/1/2026)

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka melemah 54 poin atau 0,32 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Mata uang di Asia kompak melemah

Mata uang di Asia kompak melemah, dengan rincian:

  • Ringgit Malaysia melemah 0,23 persen
  • Bath Thailand melemah 0,58 persen
  • Rupee India melemah 0,19 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,08 persen
  • Won Korea melemah 0,38 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,27 persen
  • Dolar Singapura melemah 0,25 persen
  • Yen Jepang melemah 0,53 persen

2. Rupiah masih akan melemah karena laporan MSCI

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan laju rupiah akan melemah terhadap dolar AS untuk beberapa hari ke depan. Potensi pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif di pasar ekuitas domestik yang masih belum pulih pasca pengumuman perubahan komposisi indeks MSCI Global Standard pada 29 Januari 2026.

Adapun indeks MSCI mengumumkan beberapa perubahan penting yang berdampak pada posisi beberapa saham di pasar Indonesia. Pengumuman ini mempengaruhi sentimen investor yang masih merasa cemas terhadap prospek pasar saham domestik, sehingga menciptakan tekanan jual pada aset-aset lokal, termasuk mata uang rupiah

"Sentimen masih belum pulih di pasar ekuitas domestik menyangkut pengumuman MSCI kemaren. Dengan demikian kisaran rupiah akan berada Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS," ujarnya.

3. Pemerintah berusaha memperbaiki sentimen di pasar terkait laporan MSCI

Melihat berbagai perkembangan kemarin terkait laporan MSCI, Lukman menyebut pemerintah tengah berupaya memperbaiki sentimen pasar saham domestik, dengan menaikkan batas free float saham di pasar domestik menjadi 25 persen.

Kondisi ini pun diharapkan bisa menenangkan pasar sehingga gejolak di IHSG dan rupiah bisa teratasi.

"Sebenarnya pemerintah sudah sedang berusaha memenangkan dgn menaikan free float ke 25 persen. Sejauh ini belum ada tanggapan MSCI jadi kita tunggu saja," kata Lukman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Alasan Bisnis Jasa Lebih Aman saat Resesi Dibanding Produk Fisik

30 Jan 2026, 13:42 WIBBusiness