Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Penting Memulai Usaha Open Commission agar Cepat Dilirik Klien

ilustrasi melukis karikatur
ilustrasi melukis karikatur (pexels.com/Jeffrey Soh)
Intinya sih...
  • Kenali dan tegaskan jasa yang kamu tawarkan
  • Siapkan portofolio yang relevan dan jujur
  • Tentukan harga dengan perhitungan yang masuk akal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya keahlian tertentu tapi masih bingung cara menghasilkan uang darinya? Banyak orang sebenarnya sudah punya modal besar berupa skill, hanya saja belum tahu cara mengemasnya menjadi jasa yang layak dijual. Salah satu cara paling realistis dan fleksibel adalah membuka open commission dari keahlian yang kamu miliki.

Usaha open commission cocok untuk berbagai bidang, mulai dari melukis, desain, menulis, hingga jasa editing atau konsultasi. Model bisnis ini tidak membutuhkan modal besar, tetapi tetap menuntut kesiapan mental dan strategi yang matang. Supaya langkah awalmu tidak asal jalan, ada beberapa tips penting yang perlu kamu perhatikan sejak awal.

1. Kenali dan tegaskan jasa yang kamu tawarkan

ilustrasi membuat desain bertema Ramadan
ilustrasi membuat desain bertema Ramadan (pexels.com/cottonbro studio)

Langkah pertama yang sering disepelekan adalah menentukan secara jelas jasa apa yang kamu jual. Banyak orang merasa bisa melakukan banyak hal, tetapi klien justru bingung karena tidak tahu fokus utama yang ditawarkan. Menentukan satu atau dua layanan utama akan membuat personal branding-mu lebih kuat.

Dengan fokus yang jelas, kamu juga lebih mudah menyusun portofolio dan komunikasi promosi. Klien cenderung lebih percaya pada penyedia jasa yang terlihat spesifik dan profesional. Ingat, spesialisasi sering kali lebih menarik dibandingkan sekadar bisa segalanya.

2. Siapkan portofolio yang relevan dan jujur

ilustrasi presentasi produk (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi presentasi produk (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Portofolio adalah etalase utama dalam usaha open commission. Klien tidak hanya ingin tahu apa yang kamu klaim bisa kamu kerjakan, tetapi juga ingin melihat bukti nyatanya. Karena itu, tampilkan hasil karya terbaik yang benar-benar mencerminkan kemampuanmu.

Jika masih pemula, kamu tetap bisa membuat portofolio dari proyek pribadi atau simulasi. Yang terpenting, jangan memanipulasi hasil atau mengambil karya orang lain. Kejujuran sejak awal akan menjaga reputasimu dalam jangka panjang.

3. Tentukan harga dengan perhitungan yang masuk akal

ilustrasi berpikir
ilustrasi berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menentukan harga sering menjadi dilema bagi pelaku open commission pemula. Terlalu murah bisa membuatmu kelelahan dan tidak dihargai, sementara terlalu mahal bisa membuat klien ragu. Maka, penting untuk menghitung harga berdasarkan waktu, tenaga, dan tingkat kesulitan jasa yang kamu tawarkan.

Harga yang jelas juga membantu menyaring klien yang serius. Kamu tidak perlu merasa bersalah mematok harga sesuai kualitas. Usaha open commission bukan soal murah, tetapi soal nilai yang kamu berikan.

4. Buat aturan kerja yang jelas sejak awal

ilustrasi menjelaskan produk (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi menjelaskan produk (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu sumber masalah terbesar dalam open commission adalah miskomunikasi. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya aturan kerja yang jelas sejak awal. Mulai dari alur pemesanan, revisi, hingga sistem pembayaran, semuanya perlu dijelaskan secara terbuka.

Dengan adanya aturan, kamu dan klien punya ekspektasi yang sama. Ini akan meminimalkan konflik dan menjaga profesionalitas kerja. Aturan bukan untuk mempersulit, tetapi justru melindungi kedua belah pihak.

5. Bangun kepercayaan lewat komunikasi yang profesional

ilustrasi dua teman sedang ngobrol
ilustrasi dua teman sedang ngobrol (pexels.com/Anastasiya Gepp)

Kepercayaan adalah aset utama dalam usaha jasa. Cara kamu merespons pesan, menjelaskan proses kerja, dan menyelesaikan pesanan akan sangat menentukan reputasimu. Komunikasi yang ramah, jelas, dan tepat waktu membuat klien merasa aman menggunakan jasamu.

Selain itu, jangan ragu meminta testimoni setelah pekerjaan selesai. Testimoni positif bisa menjadi daya tarik besar bagi calon klien berikutnya. Perlahan, kepercayaan akan terbangun dan membuka peluang order yang lebih stabil.

Memulai usaha open commission dari jasa yang kamu kuasai adalah langkah cerdas di era digital saat ini. Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa mengubah keahlian menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Kalau kamu sudah punya skill, jangan ragu untuk mulai, susun strateginya, dan buka peluang pertamamu hari ini juga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Business

See More

3 Cara Mengatasi Kondisi Mendesak saat Gak Punya Dana Darurat

20 Jan 2026, 23:00 WIBBusiness