Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Rupiah Langsung Loyo Mengawali Pekan
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah ke level Rp17.131 per dolar AS di awal pekan, turun 0,16 persen akibat tekanan sentimen global.
  • Ancaman Donald Trump memblokade Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi dengan Iran memicu ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran investor.
  • Harga minyak dunia melonjak menembus 100 dolar AS per barel, sementara rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.050–Rp17.200 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau mengawali perdagangan awal pekan dengan performa kurang memuaskan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (13/4/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah bertengger di level Rp17.131 per dolar AS, melemah 27 atau 0,16 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Rupiah dibuka di Rp17.124 per dolar AS.

1. Ancaman blokade Trump bikin investor waswas

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyebutkan rupiah diperkirakan akan terus tertekan terhadap dolar AS. Hal ini dipicu meningkatnya ketidakpastian situasi di Timur Tengah setelah perundingan antara AS dan Iran menemui jalan buntu.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timur Tengah menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran," ujarnya.

2. Harga minyak dunia tembus 100 dolar AS per barel

Ketegangan yang terjadi berdampak langsung pada meroketnya harga energi dunia. Pada Minggu (12/4/2026), harga minyak kembali menembus angka 100 dolar AS per barel setelah Trump menyatakan akan memblokade setiap kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz.

Jalur tersebut merupakan urat nadi pengiriman minyak dunia, sehingga ancaman blokade berpotensi mengacaukan aliran pasokan global. Akibatnya, harga minyak mentah brent melonjak 8 persen ke level 102 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS juga naik 8 persen menjadi 104 dolar AS per barel.

3. Proyeksi pergerakan rupiah pada perdagangan Senin

Jika melihat pergerakan sejak awal tahun, rupiah kini sudah mencatatkan pelemahan sebesar 2,54 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, nilai tukar mata uang Garuda telah bergerak pada rentang Rp16.079 hingga Rp17.124 per dolar AS.

Melihat dinamika pasar terkini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Editorial Team