Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan dukungan terhadap rencana pelarangan ekspor solar dari AS pada Selasa (22/9/2026). Dukungan tersebut disampaikan di tengah kenaikan harga solar yang telah menembus lebih dari 6 dolar AS (Rp107 ribu) per galon di pasar domestik.
Pemerintahan Trump kini mengkaji kemungkinan penerapan larangan tersebut, baik secara penuh maupun sebagian. Desakan untuk membatasi ekspor menguat setelah sejumlah legislator Partai Republik menyerukan kebijakan serupa untuk menekan biaya bahan bakar bagi petani dan pengemudi truk menjelang pemilihan umum paruh waktu November.
