RI Impor Minyak Lagi dari Rusia, Bahlil Pastikan Harganya Ekonomis

- Indonesia kembali mengimpor minyak Rusia untuk menambah pasokan BBM domestik, dengan proses impor yang menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memasuki tahap kedua.
- Impor tahap kedua tetap memakai kontrak antarpemerintah atau G2G melalui Lemigas, sebelum prosesnya dilanjutkan ke skema kerja sama government to business (G2B).
- Bahlil memastikan pembelian minyak Rusia mempertimbangkan harga ekonomis dan aturan yang berlaku, dengan prioritas memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di tengah kondisi global.
Jakarta, IDN Times - Indonesia kembali mengimpor minyak dari Rusia untuk tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan impornya sudah memasuki tahap kedua.
"Sudah, sudah mulai jalan ya," kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
1. Masih pakai skema G2G

Lemigas pastikan sampel BBM jenis bensin yang diuji memenuhi spesifikasi (Dok Lemigas) Sama seperti tahap pertama, impor minyak dari Rusia kali ini menggunakan kontrak kerja sama antarpemerintah alias government to government (G2G). Adapun kontrak impornya dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Nantinya, menurut Bahlil, tahap impor tersebut berlanjut dengan skema government to business (G2B).
2. Pastikan harga ekonomis

Salah satu kapal tanker milik Pertamina Shipping yang dioperasikan saat akhir tahun ini. (IDN Times/Dok Humas PIS) Bahlil mengatakan, di tengah gejolak dunia, Indonesia beruntung masih bisa mendapatkan komitmen impor minyak yang cepat. Meski begitu, dia memastikan impor minyak dari Rusia tetap menggunakan harga ekonomis.
"Kita sekarang ini kan lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita, selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk," tutur Bahlil
3. Buat penuhi kebutuhan BBM rakyat

PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Pertalite terus dilakukan sesuai penugasan yang diberikan Pemerintah. (Dok. Pertamina) Bahlil mengatakan, upaya ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan BBM bagi rakyat.
"Bayangkan, orang dunia lagi susah, kita masih memilih-milih. Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain, apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif," ujar Bahlil.




















