Aturan baru Uni Eropa kini mewajibkan platform e-commerce besar bertanggung jawab penuh atas setiap barang yang mereka impor dan jual. Berdasarkan hukum ini, platform seperti Temu, Shein, dan AliExpress kini berstatus sebagai importir resmi. Mereka harus menjamin bahwa setiap produk telah memenuhi standar keselamatan dan kesehatan di 27 negara anggota Uni Eropa.
Kebijakan ini merupakan respons atas temuan Komisi Eropa bahwa sekitar 60 sampai 65 persen produk kosmetik, suplemen makanan, dan alat pelindung diri impor tidak memenuhi standar keselamatan. Platform yang terbukti mengabaikan aturan ini secara sistematis akan dikenakan denda administratif sebesar 1 sampai 6 persen dari total omzet penjualan tahunannya di Uni Eropa.
Dirk Gotink, pejabat Parlemen Eropa sekaligus negosiator utama reformasi ini, menegaskan pentingnya perlindungan konsumen.
"Tujuan kami adalah menata pasar agar platform seperti Temu, Shein, dan AliExpress tidak lagi bebas aturan. Selama ini, mereka memasukkan barang ilegal dalam jumlah besar yang merusak persaingan sehat dengan pengusaha lokal kami," ujar Gotink, dilansir The Standard.
Direktur Jenderal BEUC (organisasi konsumen Eropa), Agustin Reyna, juga menyoroti ancaman bahaya fisik akibat lemahnya pengawasan selama ini.
"Eropa telah dibanjiri paket dari China dalam jumlah besar hingga otoritas kepabeanan kewalahan. Reformasi ini akan membalikkan keadaan dan memperketat masuknya produk berbahaya ke Uni Eropa," kata Reyna, dilansir Business Report.