Ilustrasi tes cepat COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut salah satu faktor pelemahan rupiah yaitu karena lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.
Menurut Ibrahim, penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di lingkup RT/RW di Provinsi DKI Jakarta tidak efektif membendung laju penyebaran COVID-19 di Ibu Kota. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta juga dinilai terlampau lemah membendung gelombang tinggi sebaran virus corona yang sekarang ini sudah bermutasi menjadi sejumlah varian baru.
Beberapa varian di antaranya bahkan telah terkonfirmasi masuk Jakarta, seperti varian B117 dan B1617.
“Dua varian baru itu memiliki daya tular 10 kali lebih cepat dari varian asli corona, sehingga PPKM skala mikro dinilai bukan perisai yang aman untuk melindungi masyarakat Jakarta dari incaran wabah ini,” katanya.
“Diibaratkan perang, gempuran corana di Jakarta saat ini adalah pasukan mematikan yang memberondong dengan peralatan tempur mutakhir, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mampu menahan gempuran musuh dengan peralatan tradisional seperti bambu runcing. Ini jelas sangat tidak seimbang, dan butuh inovasi kebijakan yang lebih modern guna untuk melawannya,” lanjut Ibrahim.