Saat Rupiah Babak Belur, Purbaya Masih Yakin IHSG Tembus 10 Ribu

- Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis IHSG bisa menembus level 10 ribu meski rupiah melemah, karena menilai ekonomi nasional masih solid dan berpotensi pulih.
- Fundamental ekonomi serta posisi fiskal Indonesia dinilai kuat dengan defisit anggaran yang terkendali, memberi ruang bagi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
- Purbaya mengimbau investor agar selektif memilih saham berfundamental kuat di tengah koreksi pasar, sambil menegaskan ketahanan ekonomi RI menghadapi tekanan global.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, masih optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat seiring dengan kondisi perekonomian nasional yang dinilai masih solid. Dia menilai penurunan IHSG yang terjadi belakangan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan dan masih memiliki peluang menembus level psikologis 10 ribu.
"To the moon, tetap 10 ribu masih bisa karena memang ekonomi baik," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Dikutip dari RTI, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup di level 7.022,28 atau melemah 114,92 poin (-1,61 persen). Dalam sepekan terakhir IHSG turun 4,29 persen dan anjlok 15,04 persen dalam sebulan terakhir.
1. Fundamental ekonomi RI tetap kuat

Purbaya mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai kuat. Dia menilai kinerja ekonomi Indonesia saat ini bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
"Ekonomi kita akan berbeda dengan negara-negara tetangga. Kita sudah nomor satu di G20, masih tidak percaya juga?" ujarnya.
2. Kinerja fiskal dipastikan tetap terjaga

Selain itu, menurut Purbaya, posisi fiskal Indonesia yang relatif terjaga turut menjadi modal penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Dengan defisit anggaran yang tetap terkendali, pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk mendorong ekspansi ekonomi lebih cepat.
"Dengan modal yang sama dan defisit yang terkendali, kita bisa menciptakan pertumbuhan lebih cepat," kata Purbaya.
3. Menkeu ingatkan investor pilih emiten saham yang bagus

Di tengah koreksi pasar saham, dia juga mengingatkan investor untuk tetap selektif dalam memilih saham. Purbaya menyarankan agar investor fokus pada saham dengan fundamental perusahaan yang kuat.
"Iya, pilih saham yang bagus buat serok-serok. Fondasi ekonomi kita bagus," ujarnya.
Purbaya menyatakan, perekonomian Indonesia telah beberapa kali menghadapi tekanan global, termasuk lonjakan harga minyak dunia. Namun, pengalaman tersebut dinilai menjadi modal bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi.
"Kita sudah beberapa kali mengalami harga minyak tinggi. Jadi, seharusnya kita bisa bertahan," kata Purbaya.

















