Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Mindset Negatif Soal Uang ala Ramit Sethi, Bisa Menghambat Kamu Kaya

5 Mindset Negatif Soal Uang ala Ramit Sethi, Bisa Menghambat Kamu Kaya
ilustrasi miskin (pexels.com/Nicola Barts)
Intinya Sih
  • Ramit Sethi menyoroti lima mindset negatif soal uang yang sering menghambat kekayaan, seperti takut negosiasi gaji, merasa utang tak teratasi, hingga menganggap menabung sebagai beban.
  • Ia menjelaskan bahwa pola pikir tentang uang terbentuk sejak kecil dan bisa memengaruhi keputusan finansial saat dewasa, bahkan tanpa disadari dapat menyabotase peluang ekonomi seseorang.
  • Sethi mendorong perubahan mindset dengan langkah realistis: berani negosiasi, melihat uang sebagai alat pilihan hidup, serta mulai belajar keuangan dari hal kecil agar lebih percaya diri secara finansial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang merasa gaji mereka tidak pernah cukup meski sudah bekerja keras setiap hari. Masalah ini sering dianggap hanya karena pendapatan yang kecil atau biaya hidup yang terus meningkat.

Padahal, menurut pakar keuangan pribadi asal Amerika Serikat, Ramit Sethi, masalah keuangan sering kali berakar dari pola pikir tentang uang yang terbentuk sejak kecil. Ia menyebutnya sebagai invisible scripts, yaitu keyakinan bawah sadar tentang uang yang memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan finansial saat dewasa.

Tanpa disadari, keyakinan tersebut bisa membuat seseorang menyabotase peluang finansialnya sendiri. Karena itu, penting mengenali berbagai mindset negatif soal uang Ramit Sethi berikut agar kamu bisa mulai membangun pola pikir finansial yang lebih sehat.

1. Takut menegosiasikan gaji karena dianggap tidak sopan

ilustrasi berbicara (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi berbicara (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Banyak orang merasa tidak nyaman ketika harus menegosiasikan gaji saat menerima tawaran pekerjaan. Mereka takut dianggap terlalu menuntut atau terlihat tidak sopan oleh perusahaan. Bahkan, sebagian orang khawatir negosiasi akan membuat peluang kerja mereka hilang.

Akibat ketakutan tersebut, banyak pekerja akhirnya menerima tawaran gaji pertama tanpa mencoba berdiskusi lebih lanjut. Kebiasaan ini sering terbawa sepanjang karier seseorang dan membuat potensi penghasilan tidak berkembang. Padahal, keputusan yang diambil di awal karier bisa berdampak besar terhadap kondisi finansial jangka panjang.

Menurut Ramit Sethi, perusahaan sebenarnya sudah mengantisipasi adanya proses negosiasi dari kandidat. Karena itu, cara mengubah mindset ini adalah dengan memahami bahwa negosiasi merupakan bagian normal dalam dunia profesional. Kamu juga bisa melakukan riset tentang standar gaji di industri terkait agar memiliki data kuat saat berdiskusi dengan perusahaan.

2. Menganggap ingin kaya sebagai tanda keserakahan

ilustrasi kaya
ilustrasi kaya (freepik.com/drobotdean)

Sebagian orang memiliki pandangan negatif terhadap kekayaan. Mereka sering menganggap orang kaya pasti arogan, materialistis, atau tidak peduli dengan orang lain. Stereotip seperti ini membuat keinginan untuk memiliki lebih banyak uang terasa tidak nyaman.

Pandangan tersebut sering kali tertanam sejak kecil melalui cerita, film, atau pengalaman sosial di sekitar. Akibatnya, seseorang bisa merasa bersalah ketika memiliki ambisi untuk meningkatkan kondisi finansialnya. Tanpa disadari, pola pikir ini justru membuat seseorang membatasi potensi dirinya sendiri.

Ramit Sethi menekankan bahwa uang hanyalah alat yang dapat memperluas pilihan hidup seseorang. Untuk mengubah mindset ini, kamu bisa mulai melihat contoh orang sukses yang menggunakan kekayaannya untuk hal positif. Dengan begitu, kamu dapat memahami bahwa memiliki uang lebih banyak juga bisa berarti memiliki kesempatan untuk membantu lebih banyak orang.

3. Merasa utang terlalu besar sehingga mustahil menjadi kaya

ilustrasi utang (freepik.com/macrovector)
ilustrasi utang (freepik.com/macrovector)

Banyak orang yang merasa utangnya terlalu besar sehingga sulit untuk keluar dari masalah keuangan. Pikiran seperti “aku tidak akan pernah bebas dari utang” sering muncul ketika seseorang melihat jumlah tagihan yang terus menumpuk. Perasaan putus asa ini bisa membuat seseorang kehilangan motivasi untuk memperbaiki keadaan.

Masalahnya, sebagian orang tidak memiliki gambaran jelas tentang bagaimana cara melunasi utang tersebut. Mereka tidak tahu kapan utang akan selesai atau strategi apa yang harus dilakukan untuk mempercepat pelunasan. Ketidakjelasan ini membuat utang terasa seperti beban yang tidak ada ujungnya.

Menurut Ramit Sethi, solusi utama dari masalah ini adalah membuat rencana yang spesifik dan realistis. Kamu bisa mulai dengan menghitung total utang dan menentukan target waktu pelunasan yang jelas. Dengan strategi yang terukur, utang tidak lagi terasa seperti hukuman seumur hidup.

4. Menganggap menabung sebagai sesuatu yang menyiksa

ilustrasi menabung (pexels.com/maitree rimthong)
ilustrasi menabung (pexels.com/maitree rimthong)

Nasihat keuangan klasik sering kali berfokus pada penghematan ekstrem. Misalnya dengan mengurangi kebiasaan kecil seperti membeli kopi atau makan di luar. Jika terus mendengar larangan seperti itu, menabung akhirnya terasa seperti hukuman.

Ketika pengelolaan keuangan hanya berisi pembatasan, banyak orang merasa lelah secara mental. Mereka mulai menganggap menabung sebagai aktivitas yang menghilangkan kesenangan hidup. Akibatnya, kebiasaan menabung sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Ramit Sethi menyarankan pendekatan yang berbeda dalam melihat tabungan. Cara mengubah mindset ini adalah dengan menghubungkan tabungan dengan tujuan hidup yang ingin kamu capai. Misalnya untuk traveling, membeli rumah, atau membantu keluarga di masa depan.

5. Tidak tahu harus memulai dari mana dalam mengatur keuangan

ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Banyak orang merasa pengelolaan keuangan adalah hal yang rumit. Istilah seperti investasi, portofolio, atau perencanaan keuangan sering terdengar membingungkan bagi pemula. Kondisi ini membuat banyak orang merasa kewalahan sebelum benar-benar mencoba.

Akibatnya, banyak orang memilih menunda belajar tentang keuangan pribadi. Mereka berharap suatu saat kondisi keuangan akan membaik dengan sendirinya. Padahal, penundaan justru membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan pertumbuhan finansial jangka panjang.

Menurut Ramit Sethi, langkah pertama yang penting adalah mulai dari hal kecil. Kamu bisa memulai dengan membaca satu buku tentang keuangan atau mengikuti sumber edukasi finansial yang terpercaya. Dengan belajar secara bertahap, pengelolaan uang akan terasa jauh lebih mudah dipahami.

Pada akhirnya, kondisi finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan seseorang. Pola pikir tentang uang juga memiliki peran besar dalam menentukan keputusan finansial sehari-hari. Dengan mengenali dan memperbaiki mindset negatif sejak dini, kamu bisa membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat dan membuka peluang menuju kehidupan finansial yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More