Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Whoosh Diambil Alih Kemenkeu? Diumumkan Dua Pekan Lagi
Kereta Cepat Whoosh saat melaju di rute Jakarta–Bandung (sumber: KCIC)
  • Restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh telah mencapai tahap final dan akan diumumkan resmi dalam dua minggu ke depan oleh BP BUMN bersama Menteri Keuangan.
  • Dony Oskaria menegaskan operasional Whoosh tetap dijalankan oleh PT KAI meski ada kemungkinan perubahan kepemilikan atau skema baru yang melibatkan Kementerian Keuangan.
  • Kemenkeu disebut menjadi salah satu opsi pengambilalihan Whoosh, namun pemerintah masih mengkaji beberapa skema penyelesaian sebelum keputusan final diumumkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, mengungkapkan skema penyelesaian masalah Kereta Cepat Whoosh yang telah mencapai tahap final.

Hal tersebut disampaikan Dony usai melaporkan progres restrukturisasi BUMN kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang dihadiri sejumlah menteri pada Selasa (7/4/2026).

Dony menyebut dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara khusus menanyakan perkembangan terkait Whoosh. Menurut Dony, kajian mengenai restrukturisasi utang kereta cepat tersebut sudah selesai dan akan segera ditandatangani.

"InsyaAllah, saya dan Pak Menkeu, minggu depan atau 2 minggu lagi akan ketemu dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final, ya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

1. BP BUMN belum buka-bukaan soal peran Kemenkeu

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Dony belum bersedia buka-bukaan mengenai keterlibatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Detail mengenai proses penyelesaian tersebut akan disampaikan secara resmi bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

​Meski detailnya belum diungkap, Dony memastikan kesepakatan penyelesaian sudah final dan akan segera ditandatangani.

"Nah, ini nanti akan kita sampaikan, kan enggak surprise lagi nanti. Saya dan Pak Menkeu tentunya akan barengan nanti untuk menyampaikan kepada publik mengenai proses penyelesaian itu. Tapi yang pasti buat teman-teman sekalian, penyelesaiannya sudah segera akan kita tanda tangani dan kita bereskan," paparnya.

2. Operasional tetap di KAI meski kepemilikan berubah

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menghadirkan layanan pelanggan Whoosh atau contact center melalui panggilan WhatsApp. (dok. KCIC)

Terkait wacana pengalihan kepemilikan ke Kemenkeu, Dony memastikan hal itu tidak akan mengubah sisi operasional. Dia menegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan tetap memegang kendali operasional.

"Operasional tentu tetap di KAI karena memang Kereta Api Indonesia kan memang bidangnya itu," kata Dony.

3. Kemenkeu ambil alih Whoosh jadi salah satu opsi

Potret penumpang Kereta Cepat Whoosh yang hendak menaiki kereta. (dok. KCIC)

Dony sebelumnya bicara mengenai peluang pengambilalihan Whoosh oleh Kemenkeu. Dia menyebutkan kemungkinan tersebut sedang dalam proses pembahasan. Pemerintah sedang mengkaji satu per satu.

​Menurutnya, terdapat beberapa skema atau opsi yang sedang dipertimbangkan untuk penyelesaian masalah Whoosh. Dia memilih untuk tidak memberikan detail lebih lanjut sebelum ada keputusan final guna menghindari kehebohan di masyarakat.

"Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi," ujar Dony sebelum ratas.

Editorial Team