WIKA Bakal Jual Aset Rp5,5 Triliun, Ada Jalan Tol-Proyek Energi

- WIKA melanjutkan restrukturisasi keuangan dengan divestasi aset jalan tol, jasa pengelolaan air, dan proyek energi untuk melunasi utang berskala besar.
- Nilai aset yang direncanakan untuk dijual mencapai Rp5,5 triliun, dilaksanakan bertahap mulai 2026 hingga 2028 sebagai bagian usulan restrukturisasi kepada bank dan pemegang obligasi.
- WIKA menargetkan restrukturisasi utang perbankan Rp17,6 triliun serta sukuk dan obligasi Rp10,2 triliun selesai pada 2026; pembayaran kepada kreditur dan mitra kerja telah dilakukan.
Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) masih melanjutkan restrukturisasi keuangan dengan melakukan divestasi sejumlah aset. Direktur Utama WIKA, I Ketut Pasek Senjaya mengatakan, divestasi akan dilakukan untuk penyelesaian utang dengan skala besar.
“Keuntungan daripada divestasi ini tentunya akan kami lakukan untuk membayar pelunasan utang,” kata Pasek dalam public expose yang digelar secara daring, dikutip Jumat (2/10/2026).
1. Aset tol hingga proyek energi dijual

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp15,5 triliun hingga September 2024. (Dok/Istimewa). Adapun aset yang dijual mencakup kepemilikan mayoritas dan minoritas. Proyeknya dimulai dari ruas jalan tol, bisnis jasa pengelolaan air, hingga proyek di sektor energi.
“Kita memiliki beberapa ruas tol. Ada yang majority, ada juga minority. Yang kemudian kita juga punya bisnis jasa air. Terus kemudian kita juga ada beberapa juga di energi ya. Nah, ini semua kita akan melakukan program divestasi,” tutur Pasek.
2. Nilai aset yang dijual mencapai Rp5,5 triliun

Ilustrasi bendungan. Dok. Istimewa / WIjaya Karya (WIKA) Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi mengatakan, perusahaan berencana melakukan divestasi aset dengan total nilai Rp5,5 triliun, yang akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini sampai 2028.
“Ini adalah bagian dari restrukturisasi keuangan WIKA yang kami usulkan kepada pihak perbankan dan pemegang obligasi,” kata Mulyadi.
3. WIKA kejar penyelesaian restrukturisasi utang tahun ini

Public Expose PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tahun 2026. (dok. Tangkapan layar Zoom/IDN Times/Vadhia Lidyana) Mulyadi menyampaikan, perusahaan menargetkan proses restrukturisasi utang akan diselesaikan tahun ini. Nilainya untuk utang dari perbankan Rp17,6 triliun, dan Rp10,2 triliun dari sukuk dan obligasi.
“Mudah-mudahan ini bisa terjadi dan disepakati dalam akhir-akhir tahun ini, di tahun 2026 ini,” ujar Mulyadi.
Adapun total kewajiban yang telah dibayarkan perseroan kepada kreditur perbakan dan obligor mencapai Rp4,17 triliun. Perusahaan juga telah menyelesaikan utang usaha kepada mitra kerja sebesar Rp5,02 triliun usai restrukturisasi tahap I.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























