Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pertanyaan soal Uang yang Wajib Ditanyakan saat Kencan Ketiga

4 min read
5 Pertanyaan soal Uang yang Wajib Ditanyakan saat Kencan Ketiga
ilustrasi kencan (pexels.com/Jodie Louise)
  • Membahas uang saat kencan ketiga dapat dilakukan secara santai untuk memahami kebiasaan, nilai, prioritas, dan tujuan finansial calon pasangan tanpa menanyakan nominal gaji atau tabungan.
  • Pertanyaan hipotetis tentang lotre, kejutan finansial, masa kecil, dan penggunaan penghasilan pertama membantu mengenali aspirasi, respons terhadap tekanan, serta latar belakang pengelolaan uang.
  • Menanyakan target tabungan atau tujuan finansial membuka gambaran tentang rencana masa depan; komunikasi awal membantu membicarakan perbedaan nilai ketika hubungan makin serius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ngobrol soal uang saat baru mengenal seseorang memang bisa terasa canggung. Apalagi saat kencan ketiga, kamu mungkin masih ingin menjaga suasana tetap santai dan menyenangkan.

Namun, cara seseorang memandang uang dapat memberikan gambaran tentang kebiasaan, nilai, dan prioritas hidupnya, lho. Jackie Combs, pengacara keluarga yang telah menangani berbagai kasus perceraian, menyarankan beberapa pertanyaan ringan soal uang untuk mengenali nilai finansial calon pasangan sejak awal.

Hal ini juga relevan karena penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa pengelolaan uang termasuk salah satu masalah hubungan yang dilaporkan berkontribusi terhadap perceraian dalam sebagian pasangan yang diteliti. Nah, supaya obrolan soal keuangan gak terasa seperti sesi wawancara, berikut lima pertanyaan yang bisa kamu selipkan secara natural saat kencan ketiga.

  1. 1. Kalau tiba-tiba menang lotre, uangnya mau dipakai untuk apa?

    ilustrasi menang lotre
    ilustrasi menang lotre (magnific.com/magnific)

    Pertanyaan ini terdengar seperti obrolan iseng, tapi sebenarnya bisa membuka percakapan soal cara seseorang memandang uang. Menurut Jackie Combs, pertanyaan hipotetis seperti ini dapat memberikan gambaran awal mengenai nilai finansial seseorang tanpa harus langsung menanyakan gaji, tabungan, atau jumlah utang. Jawabannya bisa memperlihatkan hal-hal yang dianggap penting ketika memiliki uang dalam jumlah besar.

    Misalnya, dia mungkin ingin menggunakan uang tersebut untuk melunasi utang, menabung, membantu keluarga, membangun bisnis, berhenti bekerja, atau bepergian keliling dunia. Ada pula orang yang langsung membayangkan membeli barang impian atau menikmati gaya hidup yang selama ini diinginkan. Dari jawaban tersebut, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai aspirasi, tanggung jawab, serta hubungan seseorang dengan uang.

  2. 2. Apa kejutan finansial pertama yang pernah kamu alami?

    ilustrasi PHK
    ilustrasi PHK (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)

    Kondisi keuangan gak selalu berjalan sesuai rencana. Seseorang bisa saja tiba-tiba kehilangan pekerjaan, menghadapi pengeluaran besar, atau harus membayar kebutuhan yang sebelumnya gak diperkirakan. Menurut Combs, cara seseorang menghadapi kejadian tak terduga dapat memberikan gambaran tentang bagaimana dia merespons masalah keuangan.

    Coba dengarkan bagaimana dia menceritakan pengalaman tersebut. Apakah dia menggunakan tabungan darurat, meminta bantuan orangtua atau teman, menggunakan kartu kredit, mengambil utang, atau sudah memiliki rencana cadangan? Jawabannya gak perlu langsung kamu jadikan penilaian terhadap karakter seseorang. Namun, informasi tersebut bisa membantumu memahami bagaimana dia biasanya menghadapi tekanan dan mengambil keputusan ketika situasi finansial berubah.

  3. 3. Waktu kecil, orangtuamu membicarakan uang seperti apa?

    ilustrasi anak dan orangtua
    ilustrasi anak dan orangtua (pexels.com/Emma Bauso)

    Kebiasaan seseorang dalam mengelola uang sering kali punya hubungan dengan pengalaman ketika tumbuh besar. Combs menjelaskan bahwa cara orangtua mengelola dan membicarakan uang dapat ikut membentuk dasar seseorang dalam menghadapi persoalan finansial ketika dewasa. Karena itu, pertanyaan tentang masa kecil bisa menjadi cara yang lebih natural untuk mengetahui latar belakang finansial calon pasangan.

    Misalnya, seseorang yang tumbuh dalam keluarga yang gak pernah membicarakan uang mungkin merasa malu atau gak nyaman ketika topik tersebut muncul. Sebaliknya, orang yang sejak kecil terbiasa mendapatkan akses uang tanpa batas bisa memiliki ekspektasi berbeda mengenai pengeluaran dan gaya hidup. Perbedaan semacam ini mungkin baru terasa ketika hubungan sudah semakin serius, sehingga membicarakannya lebih awal dapat membantumu memahami kebiasaan masing-masing.

  4. 4. Apa pembelian pertama yang kamu lakukan setelah mulai punya penghasilan?

    ilustrasi mobil SUV
    ilustrasi mobil SUV (unsplash.com/Freddy G)

    Cara seseorang menggunakan penghasilan pertamanya juga bisa memberikan petunjuk tentang prioritas finansialnya. Menurut Combs, pilihan tersebut dapat menunjukkan apakah seseorang lebih menghargai keamanan, status, kebebasan, atau pengalaman. Pertanyaan ini juga terasa lebih ringan karena kamu bisa membicarakan pengalaman masa lalu tanpa meminta informasi mengenai kondisi keuangannya saat ini.

    Misalnya, seseorang mungkin menggunakan penghasilan pertamanya untuk melunasi pinjaman pendidikan atau membeli kendaraan. Orang lain mungkin memilih pergi berlibur, membeli barang yang sudah lama diinginkan, atau menikmati pengalaman tertentu. Jawaban tersebut dapat menjadi bahan obrolan untuk memahami bagaimana dia merayakan pencapaian finansial dan kemungkinan cara dia menggunakan uang ketika penghasilannya meningkat di masa depan.

  5. 5. Saat ini kamu sedang menabung atau mengejar tujuan finansial apa?

    ilustrasi rumah
    ilustrasi rumah (unsplash.com/Diego Carneiro)

    Pertanyaan ini dapat membantumu mengetahui arah finansial seseorang tanpa perlu membahas nominal tabungannya. Menurut Combs, tujuan finansial dapat memberikan gambaran tentang nilai hidup, kebiasaan membuat rencana, dan prioritas seseorang. Dari jawabannya, kamu mungkin bisa melihat apakah dia lebih berorientasi pada keamanan jangka panjang, pengalaman, atau menikmati kehidupan saat ini.

    Contohnya, seseorang mungkin sedang menabung untuk membeli rumah, membangun bisnis, mempersiapkan masa pensiun, atau pendidikan anak di masa depan. Ada juga orang yang memilih mengumpulkan uang untuk traveling atau mengambil waktu istirahat panjang demi mengejar pengalaman baru. Bahkan ketika seseorang belum memiliki target finansial tertentu, jawabannya tetap bisa menjadi bahan untuk memahami bagaimana dia memandang masa depan.

    Ngobrol soal uang sejak awal hubungan gak harus selalu serius atau terasa seperti sedang menginterogasi calon pasangan. Lima pertanyaan tadi bisa menjadi cara ringan untuk memahami kebiasaan, nilai, dan tujuan finansial seseorang tanpa harus langsung membahas jumlah gaji atau isi rekening.

    Kamu juga gak perlu menganggap setiap jawaban sebagai tanda bahaya, karena setiap orang punya latar belakang dan cara mengelola uang yang berbeda. Namun, semakin terbuka komunikasi soal keuangan sejak awal, semakin mudah kamu mengetahui apakah ada perbedaan nilai yang perlu dibicarakan ketika hubungan mulai berkembang lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More