Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi jika The Fed Salah Menentukan Suku Bunga?

4 min read
Apa yang Terjadi jika The Fed Salah Menentukan Suku Bunga?
ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Suku bunga terlalu rendah saat tekanan harga kuat dapat mendorong pinjaman, konsumsi, dan investasi, sehingga inflasi serta ekspektasi kenaikan harga berisiko meningkat.
  • Suku bunga terlalu tinggi terlalu lama dapat menaikkan biaya kredit, menekan belanja dan investasi, lalu melemahkan produksi, perekrutan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi.
  • Keputusan yang meleset atau sulit diprediksi dapat memicu gejolak pasar, memengaruhi arus modal dan nilai tukar, serta menurunkan kepercayaan terhadap kebijakan The Fed.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menentukan suku bunga bukan perkara sederhana karena keputusan The Fed dapat memengaruhi banyak bagian perekonomian Amerika Serikat. Bunga yang terlalu rendah dapat membuat permintaan dan tekanan harga meningkat, sedangkan bunga yang terlalu tinggi dapat membuat aktivitas ekonomi melambat. Karena itu, bank sentral perlu mempertimbangkan inflasi, lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi keuangan sebelum mengambil keputusan.

Dampak dari keputusan tersebut juga tidak langsung terlihat setelah suku bunga berubah. Kebijakan moneter membutuhkan waktu untuk memengaruhi pinjaman, investasi, konsumsi, dan keputusan perusahaan. Lalu, apa yang bisa terjadi jika The Fed salah menentukan tingkat suku bunga yang dibutuhkan perekonomian?

  1. 1. Inflasi bisa kembali meningkat

    ilustrasi inflasi
    ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)

    Jika The Fed mempertahankan suku bunga terlalu rendah ketika tekanan harga masih kuat, masyarakat dan perusahaan dapat lebih mudah memperoleh pinjaman. Kondisi tersebut dapat mendorong konsumsi dan investasi karena biaya pembiayaan menjadi lebih murah. Jika permintaan meningkat lebih cepat daripada kemampuan perekonomian menyediakan barang dan jasa, tekanan terhadap harga juga dapat semakin besar.

    Kesalahan tersebut dapat membuat pekerjaan The Fed dalam mengendalikan inflasi menjadi lebih sulit. Ketika masyarakat mulai memperkirakan harga akan terus naik, perubahan ekspektasi tersebut dapat memengaruhi keputusan belanja, investasi, dan penetapan harga. Riset IMF menunjukkan bahwa keterlambatan bank sentral dalam merespons guncangan inflasi dapat menghasilkan kondisi inflasi yang lebih buruk dan meningkatkan biaya untuk mengembalikannya ke tingkat yang diinginkan.

  2. 2. Ekonomi bisa melambat terlalu dalam

    ilustrasi penurunan ekonomi
    ilustrasi penurunan ekonomi (pixabay.com/Gerd Altmann)

    Kesalahan kebijakan juga dapat terjadi ketika suku bunga dipertahankan terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama. Bunga yang tinggi membuat biaya kredit meningkat sehingga masyarakat dapat menunda pembelian rumah atau barang bernilai besar. Perusahaan juga dapat mengurangi rencana investasi karena biaya untuk memperoleh pendanaan menjadi lebih mahal.

    Jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, permintaan dalam perekonomian dapat melemah secara berlebihan. Perusahaan yang menghadapi penjualan lebih rendah dapat mengurangi produksi dan menahan perekrutan tenaga kerja. Dalam pembahasan kebijakan moneter, The Fed sendiri mempertimbangkan risiko bahwa suku bunga yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan kenaikan pengangguran dan perlambatan ekonomi yang lebih tajam.

  3. 3. Pasar keuangan bisa mengalami gejolak

    ilustrasi memantau pasar
    ilustrasi memantau pasar (magnific.com/standret)

    Perubahan suku bunga The Fed juga dapat memengaruhi pasar keuangan karena keputusan tersebut ikut mengubah tingkat bunga jangka pendek, nilai tukar, suku bunga jangka panjang, serta kondisi kredit. Investor akan menyesuaikan kembali harga saham, obligasi, dan aset lainnya berdasarkan perkiraan terhadap arah kebijakan berikutnya. Karena itu, perubahan kebijakan yang dianggap terlalu cepat atau tidak sesuai perkiraan dapat meningkatkan volatilitas pasar.

    Dampaknya juga dapat menjalar ke luar Amerika Serikat. Perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar negara lain karena investor membandingkan tingkat keuntungan serta risiko di berbagai pasar. Federal Reserve menjelaskan bahwa perubahan federal funds rate dapat memengaruhi suku bunga lain, nilai tukar, kredit, lapangan kerja, produksi, hingga harga barang dan jasa.

  4. 4. Kepercayaan terhadap kebijakan The Fed bisa menurun

    Kevin Warsh
    Kevin Warsh (commons.wikimedia.org/The White House)

    Kebijakan suku bunga tidak hanya memengaruhi angka ekonomi, tetapi juga ekspektasi masyarakat dan pelaku pasar. Jika keputusan The Fed berulang kali dianggap terlambat merespons perubahan ekonomi, investor dapat menjadi lebih sulit memperkirakan arah kebijakan berikutnya. Ketidakpastian tersebut dapat membuat keputusan investasi dan pembiayaan menjadi lebih berhati-hati.

    Masalahnya menjadi lebih besar ketika masyarakat mulai meragukan kemampuan bank sentral dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung kondisi ekonomi. The Fed perlu menjelaskan alasan di balik setiap keputusan agar pasar memahami bagaimana data inflasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi digunakan dalam menentukan kebijakan. Karena itu, ketepatan keputusan dan komunikasi yang jelas sama-sama penting dalam menjaga kepercayaan terhadap kebijakan moneter.

    Kesalahan dalam menentukan suku bunga dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada arah dan lamanya kebijakan tersebut diterapkan. Bunga yang terlalu rendah berisiko membuat inflasi kembali meningkat, sedangkan bunga yang terlalu tinggi dapat menekan pertumbuhan dan lapangan kerja. Karena itu, The Fed perlu terus menyesuaikan kebijakannya berdasarkan perkembangan ekonomi yang terus berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More