Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BCA Ukirkan Sejarah, Salurkan Kredit Lebih dari Rp1.000 Triliun!
Ilustrasi BCA (Dok.BCA)
  • BCA menyalurkan kredit Rp1.036 triliun pada semester I-2026, naik 8 persen secara tahunan, dengan pembiayaan produktif Rp802 triliun sebagai penopang utama.
  • Kredit hijau BCA tumbuh 19 persen menjadi Rp123 triliun, didorong pembiayaan Energi Baru Terbarukan Rp7,7 triliun dan kredit kendaraan listrik Rp4 triliun.
  • Pendanaan BCA diperkuat DPK Rp1.284 triliun dan CASA Rp1.082 triliun; perseroan juga membukukan laba Rp29,5 triliun pada semester I-2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BCA memberi pinjaman uang lebih dari Rp1.000 triliun pada awal 2026. Hendra Lembong dari BCA bilang nasabah sudah percaya kepada BCA. Banyak uang pinjaman dipakai perusahaan dan usaha kecil. BCA juga memberi pinjaman untuk energi baru dan mobil listrik. Sekarang, BCA punya dana simpanan Rp1.284 triliun dan laba Rp29,5 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencetak sejarah penyaluran kredit di semester I-2026. Perusahaan menyalurkan kredit senilai Rp1.036 triliun, tumbuh 8 persen secara year on year (yoy).

“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong dalam konferensi pers pada Selasa (28/7/2026).

1. BCA salurkan pembiayaan produktif Rp802 triliun

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong. (dok. Tangkapan layar Zoom/IDN Times/Vadhia Lidyana)

Kredit BCA ditopang pembiayaan produktif Rp802 triliun, meningkat 11 persen (yoy). Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6 persen (yoy) menjadi Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM dengan pertumbuhan 6,6 persen (yoy) menjadi Rp288,5 triliun.

Rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,9 persen, dan non performing loan (NPL) 1,9 persen.

“Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” tutur Hendra.

2. Kredit hijau tumbuh 19 persen

Menara BCA. (dok. BCA)

Lebih lanjut, Kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen (yoy) mencapai Rp123 triliun.

Capaian itu salah satunya ditopang pembiayaan berkelanjutan ke sektor Energi Baru Terbarukan yang tumbuh hingga 82 persen (yoy) menjadi Rp7,7 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25 persen (yoy) mencapai Rp4 triliun.

3. BCA tampung DPK Rp1.284 triliun

Ilustrasi BCA (Dok.BCA)

Adapun capaian penyaluran kredit BCA didukung pendanaan solid, dengan pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) 10,2 persen (yoy) mencapai Rp1.082 triliun.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA naik 7,9 persen (yoy) mencapai Rp1.284 triliun. Porsi CASA BCA mencapai sekitar 84,3 persen dari total DPK, dan Cost of Fund (CoF) tetap terjaga.

BCA tercatat membukukan laba Rp29,5 triliun di semester I-2026. Selain itu, per Juni 2026, pendapatan non bunga BCA senilai Rp13,2 triliun atau tumbuh 11 persen (yoy).

Curated For You

Editorial Team

Related Article