Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BCA Cetak Laba Rp29,5 Triliun di Semester I-2026

BCA Cetak Laba Rp29,5 Triliun di Semester I-2026
Menara BCA. (dok. BCA)
Intinya Sih
  • BCA membukukan laba Rp29,5 triliun pada semester I-2026, ditopang BCA Expoversary 2026 serta penyaluran kredit produktif dengan prinsip kehati-hatian dan likuiditas.
  • Kredit BCA tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun, didukung CASA Rp1.082 triliun dan total DPK Rp1.284 triliun.
  • Pembiayaan produktif mencapai Rp802 triliun, sementara pendapatan nonbunga naik 11 persen menjadi Rp13,2 triliun berkat inovasi layanan myBCA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba Rp29,5 triliun di semester I-2026.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong mengatakan kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor.

“Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” kata Hendra dalam konferensi pers pada Selasa, (28/7/2026).

1. BCA salurkan kredit Rp1.036 triliun

IMG_8672.jpeg
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong. (dok. Tangkapan layar Zoom/IDN Times/Vadhia Lidyana)

Penyaluran kredit BCA per semester I-2026 tumbuh 8 persen secara year on year (yoy), dan untuk pertama kalinya menembus angka Rp1.000 triliun, tepatnya senilai Rp1.036 triliun.

Capaian tersebut didukung pendanaan solid, dengan pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) 10,2 persen (yoy) mencapai Rp1.082 triliun.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA naik 7,9 persen (yoy) mencapai Rp1.284 triliun. Porsi CASA BCA mencapai sekitar 84,3 persen dari total DPK.

“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik,” tutur Hendra.

2. BCA salurkan pembiayaan produktif Rp802 triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali meraih penghargaan Gallup Global Customer Engagement untuk keempat kalinya secara berturut-turut. (Dok. BCA).
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali meraih penghargaan Gallup Global Customer Engagement untuk keempat kalinya secara berturut-turut. (Dok. BCA).

Kredit BCA ditopang pembiayaan produktif Rp802 triliun, meningkat 11 persen (yoy. Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6 persen (yoy) menjadi Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM dengan pertumbuhan 6,6 persen (yoy) menjadi Rp288,5 triliun.

Rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,9 persen, dan non performing loan (NPL) 1,9 persen.

Kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen (yoy) mencapai Rp123 triliun. Capaian itu salah satunya ditopang pembiayaan berkelanjutan ke sektor Energi Baru Terbarukan yang tumbuh hingga 82 persen (yoy) menjadi Rp7,7 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25 persen (yoy) mencapai Rp4 triliun.

3. BCA bukukan pendapatan nonbunga Rp13,2 triliun

Ilustrasi BCA (Dok.BCA)
Ilustrasi BCA (Dok.BCA)

Per Juni 2026, pendapatan non bunga BCA senilai Rp13,2 triliun atau tumbuh 11 persen (yoy).

Capain itu didorong berbagai inovasi dan pengembangan, salah satunya kini nasabah dapat membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah BCA Sekuritas via myBCA.

Selain itu, nasabah kini bisa mengajukan kartu kredit baru atau tambahan melalui myBCA. Perusahaan menambah akses pembelian tiket perjalanan menggunakan pesawat via tiket.com langsung di myBCA. Fitur itu melengkapi akses pembelian tiket perjalanan menggunakan kereta dan kapal yang sudah tersedia sebelumnya. Berbagai inovasi tersebut turut mendorong peningkatan volume dan transaksi perbankan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More