Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Mengatur Uang saat Libur Lebaran Agar Tidak Boros
ilustrasi tidak ada uang (pexels.com/Nicola Barts)
  • Pentingnya mengatur keuangan saat libur Lebaran agar tidak boros, dengan menekankan disiplin dalam perencanaan anggaran dan penggunaan uang secara bijak.

  • Ditekankan perlunya membuat batas pengeluaran realistis, menyiapkan bingkisan lebih awal, serta memilih hadiah sesuai kebutuhan penerima agar tetap hemat namun bermakna.

  • Pembaca diajak membangun kebiasaan belanja yang sehat dan tetap menyisihkan dana untuk healing agar keseimbangan finansial dan kebahagiaan tetap terjaga setelah liburan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika libur Lebaran atau mudik ke kampung halaman, keinginan untuk menyenangkan diri dan keluarga dengan belanja jadi sangat tinggi. Alhasil, sangat mudah belanja berlebihan ketika momen tersebut.

Namun, jika dari awal bisa disiplin merencanakan anggaran dan menggunakan uang dengan bijak, keuanganmu tetap dalam keadaan sehat ketika pulang libur Lebaran. Bukan bermaksud ‘jahat’ pada diri sendiri dan keluarga, namun dengan disiplin mengatur uang saat libur Lebaran tentu dapat mencegah berhutang ketika selesai libur Lebaran.

Yuk, gunakan ketujuh tip praktis berikut agar tabungan yang kamu simpan gak ludes saat libur Lebaran, nanti.

1. Tetapkan batas pengeluaran liburan dengan pertimbangan yang tepat

ilustrasi membuat anggaran keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Dari awal, tetapkan batas pengeluaran liburan dengan menggunakan pertimbangan yang tepat. Ini perlu dilakukan agar selisih antara anggaran yang ditetapkan dengan fakta yang ada gak terlalu jomplang.

Buat perencanaan setidaknya dua minggu sebelum liburan agar kamu dapat memprediksi naik dan turunnya harga gak terlalu jauh. Di samping itu, siapkan dana darurat jika nantinya ada pengeluaran di luar perencanaan namun harus dikeluarkan, seperti kendaraan pribadi yang tiba-tiba mogok di jalan.

2. Realistis dalam membuat anggaran

ilustrasi membuat anggaran (unsplash.com/Karolina Grabows)

Meski berhemat itu penting, tapi realistis juga perlu diperhatikan. Jangan sampai karena ingin ngirit, kamu jadi terlalu pelit dengan pengeluaranmu. Berpijak pada realita jadi salah satu cara membuatmu tetap menyadari pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan.

Sebagai contoh, karena terlalu ingin berhemat, kamu jadi hanya mengalokasikan anggaran bahan bakar kendaraan pribadi untuk libur Lebaran benar-benar pas. Kamu lupa jika ada kemungkinan jalanan macet, kendaran pribadi rusak dalam perjalanan, dan faktor X lain yang membuatmu mengeluarkan uang lebih.

Ingat, meski berhemat itu perlu, tapi jangan sampai kamu pelit dengan dirimu sendiri. 

3. Siapkan bingkisan untuk orang terdekat jauh-jauh hari

ilustrasi belanja barang (unsplash.com/Jacek Dylag)

Sebenarnya untuk membeli bingkisan atau hadiah pada orang tercinta tidak harus mendekati libur Lebaran. Selain harganya cenderung lebih tinggi, pembelian di saat mendekati lebaran cenderung sangat ramai sehingga kamu jadi gak fokus untuk mencari terbaik dengan harga yang diharapkan.

Kamu juga bisa memanfaatkan penawaran harga murah dari ecommerce, lho. Diskon, flash sale, membeli grosir, dan potongan harga lainnya juga bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan bingkisan dengan harga terbaik.

4. Pilihlah bingkisan sesuai karakter yang menerima

ilustrasi membeli bingkisan untuk orang tua (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Dibandingkan hadiah yang mahal, orang-orang tercinta akan lebih menyukai bingkisan yang sesuai dengan kebutuhannya. Selain harganya yang sesuai dengan anggaran, kamu juga perlu membeli bingkisan yang memang sesuai dengan karakter orang yang akan kamu berikan. 

Sebagai contoh, ayah atau bunda yang sudah berusia lanjut tentu memerlukan gawai untuk berkomunikasi yang mudah digunakan. Mereka lebih membutuhkan gawai yang nyaman dipakai dan bukan yang termahal atau tercanggih.

5. Berikan hadiah selain barang atau uang

ilustrasi memasak bersama dengan orang tua (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kalau keuanganmu sedang sulit, menyenangkan mereka yang dicintai tidak harus dengan barang atau uang, lho. Terlebih lagi, jika kamu hanya bisa menengok orang-orang yang dicintai satu tahun sekali, tentu quality time jadi hal yang sangat berharga.

Yang terpenting, jujurlah pada mereka jika kamu sedang mengalami kesulitan finansial. Setelah itu tawarkan hadiah selain barang atau uang. Sebagai contoh, memasakkan mereka makanan atau mengajak liburan di taman dengan budget yang tak memberatkan juga bisa jadi alternatif.

6. Bangun kebiasaan belanja yang tidak boros

ilustrasi belanja sesuai dengan rencana yang sudah ditulis (pexels.com/Kampus Production)

Belanja memang sangat menyenangkan, namun jangan berlebihan hingga tagihan kartu kreditmu over limit atau. Bukannya mencari rezeki untuk menabung atau berinvestasi, kamu malah sibuk untuk membayar tanggunganmu. Jadi, bukannya perasaan bahagia yang kamu bawa setiap hari, yang terjadi adalah kewajiban untuk melunasi utang-utang yang membelenggu.  

So, bangunlah kebiasaan belanja yang tidak boros dari awal dan disiplinlah. Jika memang tidak perlu untuk membeli suatu barang, ya jangan membelinya. Buatlah daftar belanja apa saja yang kamu perlukan dan bukan yang diinginkan, ya.

7. Jangan lupakan alokasikan uang untuk healing

ilustrasi quality time bersama keluarga dengan makan bareng (pexels.com/Askar Abayev)

Jangan lupakan anggaran untuk kamu dan orang tercinta untuk bersenang-senang. Walau terlihat seperti pemborosan, namun mengalokasikan anggaran untuk healing dapat membuatmu gak tersiksa menjalani kebiasaan finansial yang sehat.

Sesekali mengalokasikan sejumlah uang untuk makan bersama atau pergi ke objek wisata bisa jadi cara untuk healing sekaligus mendekatkan diri dengan orang tercinta. Kamu bisa mengalokasikan uang healing dari perkiraan kelebihan uang setelah memenuhi kebutuhan dan menabung atau investasi.

Meski terkesan menghilangkan euphoria untuk bersenang-senang dengan uang yang dikumpulkan, namun dengan disiplin mengatur uang saat libur Lebaran, kamu bisa mencegah pemborosan yang dapat menyiksamu ketika semuanya usai. Jangan sampai, setelah bersenang-senang liburan, kamu jadi tersiksa untuk membayar utang selama berbulan-bulan lamanya.

 

FAQ seputar Cara Mengatur Uang saat Libur Lebaran Agar Tidak Boros

Mengapa penting mengatur keuangan saat libur Lebaran?

Karena pada momen ini pengeluaran cenderung meningkat, mulai dari biaya perjalanan, belanja, hingga memberi hadiah. Tanpa perencanaan yang baik, pengeluaran bisa melebihi anggaran dan membuat kondisi keuangan terganggu setelah liburan.

Bagaimana cara menetapkan anggaran liburan Lebaran?

Tetapkan batas pengeluaran sejak awal dengan mempertimbangkan biaya perjalanan, kebutuhan keluarga, dan kemungkinan pengeluaran tambahan. Dengan begitu, kamu dapat mengontrol keuangan selama liburan.

Mengapa perlu membuat anggaran yang realistis saat Lebaran?

Anggaran yang realistis membantu menyeimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial. Jika terlalu menekan pengeluaran, kamu bisa kesulitan menghadapi biaya tak terduga selama liburan.

Bagaimana cara menghindari belanja berlebihan saat Lebaran?

Salah satu caranya adalah membuat daftar kebutuhan sebelum berbelanja dan berpegang pada daftar tersebut agar tidak tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Apakah tetap perlu menyisihkan uang untuk hiburan saat liburan?

Ya, menyisihkan sebagian dana untuk bersenang-senang tetap penting agar kamu bisa menikmati liburan tanpa merasa terlalu menahan diri, selama masih sesuai dengan anggaran yang telah dibuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team