Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DPR Dukung Penguatan Anggaran BRIN untuk Inovasi Riset

DPR Dukung Penguatan Anggaran BRIN untuk Inovasi Riset
Kepala BRIN, Prof. Arif Satria. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Komisi X DPR mendukung penguatan anggaran BRIN setelah lembaga itu memaparkan inovasi strategis di bidang mitigasi bencana, ketahanan pangan, dan energi berkelanjutan.
  • Kepala BRIN menyoroti ironi meningkatnya anggaran riset hingga Rp1,9 triliun namun jumlah proposal penelitian masih jauh dari target dan banyak yang belum memenuhi standar kualitas.
  • BRIN menekankan pentingnya modernisasi laboratorium serta infrastruktur penelitian nasional untuk menjaga daya saing peneliti Indonesia dan memperkuat sektor energi, industri, serta kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan sejumlah inovasi strategis di bidang mitigasi bencana, ketahanan pangan, dan energi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI, Jumat (12/6/2026). Dalam forum tersebut, DPR menyatakan dukungan terhadap penguatan anggaran riset nasional.

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, mengatakan riset harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus menghasilkan solusi konkret dan kebijakan berbasis bukti.

"BRIN hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga transisi energi berkelanjutan. Inovasi kita harus berdampak langsung," ujar Arif dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

1. BRIN paparkan riset yang jadi prioritas

WhatsApp Image 2026-06-13 at 11.45.03 (1).jpeg
Komisi X DPR Dukung Penguatan Anggaran BRIN untuk Perkuat Riset Nasional. (Dok/Istimewa).

Dalam pemaparannya, BRIN menampilkan sejumlah inovasi prioritas, antara lain teknologi peredam gempa untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana serta varietas padi Biosalin yang toleran terhadap tingkat salinitas tinggi guna mendukung ketahanan pangan nasional.

"Selanjutnya, pengembangan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta konsep Rumah Inovasi Indonesia yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara peneliti, industri, investor, dan filantropi dalam mendorong hilirisasi hasil riset," jelasnya.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan program inovasi yang dijalankan BRIN harus berkelanjutan dan tidak terhenti akibat pergantian kepemimpinan. Selain itu, DPR meminta BRIN memfokuskan sebagian agenda riset pada sektor kesehatan, terutama pengembangan penelitian terkait pengobatan diabetes yang jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia.

Dalam rapat tersebut, DPR menekankan pentingnya pendekatan sosial dalam implementasi teknologi. Menurut Komisi X, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga penerimaan masyarakat terhadap hasil riset yang diterapkan.

2. Ironi anggaran bertambah tapi proposal penelitian jauh dari target

ilustrasi gempa bumi (freepik.com/user189
ilustrasi gempa bumi (freepik.com/user189

Sebelumnya, Arif Satria mengungkap ironi yang terjadi di lingkungan lembaga riset negara. Saat anggaran riset justru bertambah hingga Rp1,9 triliun, proposal penelitian yang masuk masih jauh dari harapan, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian. 

“Pemerintah telah memberikan tambahan anggaran riset yang cukup besar. Namun, hingga saat ini jumlah proposal penelitian yang masuk masih jauh di bawah target yang diharapkan,” ungkap Kepala BRIN di hadapan para peneliti membuka kegiatan Capacity Building Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan dan Ekonomi Makro (OR TKPEM) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Sarwono Prawirohardjo, BRIN Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, tantangan BRIN saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan dana, melainkan ketersediaan gagasan riset yang kuat, terukur, dan berdampak. “Dana riset sudah tersedia. Yang kita butuhkan sekarang adalah proposal-proposal berkualitas yang mampu menghasilkan terobosan dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya saat 

Menurutnya, dari tambahan anggaran yang berhasil diperoleh, proposal yang masuk baru mencapai sekitar Rp600 miliar. Setelah melalui proses evaluasi, nilai proposal yang dinilai layak bahkan baru sekitar Rp150 miliar. Angka tersebut masih sangat jauh dari target penyerapan yang diharapkan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Situasi ini membuka pertanyaan besar mengenai kesiapan komunitas riset nasional dalam memanfaatkan dukungan fiskal yang semakin besar. Kepala BRIN menilai banyak proposal yang masih lemah, baik dari sisi perencanaan anggaran maupun dampak yang dihasilkan.

3. Ada kebutuhan modernisasi laboratorium dan infrastruktur penelitian

Ilustrasi Laboratorium.
Ilustrasi Laboratorium (dok. pixabay.com/Kost9n4)

Di sisi lain, Arif menyoroti kebutuhan modernisasi laboratorium dan infrastruktur penelitian nasional. Dengan peningkatan fasilitas riset menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing peneliti Indonesia di tingkat global.

"BRIN mengusulkan penguatan anggaran yang akan difokuskan pada revitalisasi laboratorium serta pengembangan berbagai fasilitas strategis, termasuk infrastruktur ketenaganukliran yang mendukung sektor energi, industri, dan kesehatan," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More