Negara dengan Tarif Listrik Termahal dan Termurah, RI Posisi Berapa?

- Indonesia menempati peringkat ke-98 dari 145 negara dengan tarif listrik rata-rata sekitar Rp1.483 per kWh, tergolong lebih murah dibandingkan banyak negara maju.
- Bermuda mencatat tarif listrik tertinggi di dunia mencapai sekitar Rp7.596 per kWh, sementara Iran menjadi yang termurah hanya sekitar Rp49 per kWh.
- Perbedaan besar antarnegara dipengaruhi oleh kebijakan energi, subsidi pemerintah, serta ketersediaan sumber daya alam yang menentukan biaya produksi dan distribusi listrik.
Listrik menjadi kebutuhan yang hampir gak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, memasak, hingga menikmati hiburan di rumah, semuanya membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
Meski sama-sama menggunakan listrik, biaya yang harus dibayar masyarakat di setiap negara ternyata sangat berbeda, lho. Ada negara yang membayar listrik lebih dari Rp7.000 per kWh, tapi ada juga yang hanya puluhan rupiah per kWh.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kebijakan energi, ketersediaan bahan bakar, subsidi pemerintah, hingga biaya distribusi listrik. Data dalam artikel ini berasal dari GlobalPetrolPrices.com yang merangkum rata-rata tarif listrik rumah tangga di 145 negara selama periode 2023–2026. Simak daftar lengkapnya untuk mengetahui posisi Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia.
1. Indonesia berada di peringkat ke-98 dunia

Berdasarkan data GlobalPetrolPrices.com, Indonesia menempati posisi ke-98 dari 145 negara dalam daftar tarif listrik rumah tangga. Tarif listrik rata-rata Indonesia tercatat sebesar 0,091 dolar AS per kWh. Dengan asumsi kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS, nilainya setara kurang lebih Rp1.483 per kWh. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tarif listrik Indonesia masih berada di bawah rata-rata banyak negara di dunia.
Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, biaya listrik di Indonesia tergolong lebih terjangkau. Amerika Serikat misalnya memiliki tarif rata-rata 0,186 dolar AS per kWh atau sekitar Rp3.032 per kWh. Jepang bahkan mencatat tarif sebesar 0,228 dolar AS per kWh atau sekitar Rp3.716 per kWh. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia membayar listrik sekitar setengah dari biaya yang dikeluarkan konsumen di kedua negara tersebut.
2. Negara-negara Eropa mendominasi daftar termahal

Bermuda menjadi negara dengan tarif listrik rumah tangga termahal di dunia. Tarif rata-ratanya mencapai 0,466 dolar AS per kWh atau sekitar Rp7.596 per kWh. Angka tersebut lebih dari lima kali lipat tarif rata-rata yang berlaku di Indonesia. Selisih yang besar ini menunjukkan betapa beragamnya biaya energi di berbagai wilayah dunia.
Di bawah Bermuda terdapat Irlandia dengan tarif 0,447 dolar AS per kWh atau sekitar Rp7.286 per kWh. Italia berada di posisi berikutnya dengan tarif sekitar Rp6.765 per kWh, sedangkan Jerman mencapai sekitar Rp6.618 per kWh. Belgia dan Inggris juga masuk dalam jajaran negara dengan biaya listrik tertinggi. Sebagian besar negara tersebut berasal dari kawasan Eropa.
Tingginya tarif listrik di Eropa bukan hanya dipengaruhi oleh biaya produksi energi. Tagihan listrik di banyak negara Eropa juga mencakup pajak, biaya pemeliharaan jaringan listrik, pungutan lingkungan, serta dukungan terhadap pengembangan energi terbarukan. Berbagai komponen tambahan tersebut membuat harga akhir yang dibayar konsumen menjadi jauh lebih mahal. Karena itu, meski pendapatan masyarakat relatif tinggi, pengeluaran untuk listrik tetap menjadi komponen penting dalam biaya hidup.
3. Negara kepulauan menghadapi tantangan biaya energi yang besar

Selain Eropa, sejumlah negara kepulauan juga masuk dalam daftar wilayah dengan tarif listrik tertinggi. Kepulauan Cayman memiliki tarif rata-rata 0,411 dolar AS per kWh atau sekitar Rp6.699 per kWh. Bahama mencatat tarif sekitar Rp5.672 per kWh, sedangkan Barbados mencapai sekitar Rp5.102 per kWh. Cape Verde juga termasuk negara dengan biaya listrik yang relatif tinggi.
Salah satu penyebab utama tingginya tarif listrik di negara kepulauan adalah keterbatasan infrastruktur energi. Banyak wilayah tersebut gak terhubung dengan jaringan listrik regional yang luas seperti negara-negara besar. Akibatnya, listrik harus diproduksi secara lokal dengan biaya operasional yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat harga listrik menjadi kurang efisien dibandingkan negara yang memiliki jaringan energi besar.
Ketergantungan pada bahan bakar impor juga menjadi faktor penting. Biaya pengiriman energi ke pulau-pulau kecil cenderung lebih mahal dibandingkan distribusi di wilayah daratan yang luas. Jumlah pelanggan yang lebih sedikit membuat biaya investasi infrastruktur harus dibagi ke lebih sedikit pengguna. Kombinasi faktor tersebut akhirnya mendorong tarif listrik menjadi lebih tinggi.
4. Negara kaya energi menikmati listrik yang jauh lebih murah

Di sisi lain, sejumlah negara menawarkan tarif listrik yang sangat rendah kepada masyarakatnya. Iran menempati posisi sebagai negara dengan tarif listrik termurah di dunia, yaitu hanya 0,003 dolar AS per kWh. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp49 per kWh. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan hampir semua negara lain dalam daftar.
Ethiopia berada di posisi berikutnya dengan tarif sekitar Rp98 per kWh. Kyrgyzstan mencatat tarif sekitar Rp228 per kWh, sementara Irak, Sudan, dan Bhutan berada di kisaran Rp245 per kWh. Mesir juga termasuk dalam kelompok negara dengan tarif listrik murah, yakni sekitar Rp391 per kWh. Biaya tersebut masih jauh di bawah tarif rata-rata yang dibayar masyarakat Indonesia.
Perbedaan antara negara termahal dan termurah sangat mencolok. Bermuda memiliki tarif sekitar Rp7.596 per kWh, sedangkan Iran hanya sekitar Rp49 per kWh. Artinya, listrik di Bermuda lebih dari 155 kali lebih mahal dibandingkan di Iran. Kesenjangan ini menjadi salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana kebijakan energi dapat memengaruhi biaya hidup masyarakat.
5. Subsidi dan sumber daya energi menjadi penentu utama

Negara-negara dengan cadangan minyak dan gas yang melimpah biasanya memiliki keuntungan dalam menyediakan listrik murah. Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Aljazair termasuk contoh negara yang mendapatkan manfaat dari sumber energi domestik yang besar. Ketersediaan bahan bakar berbiaya rendah membantu menekan biaya produksi listrik. Hasilnya, tarif yang dibayar masyarakat dapat dijaga tetap terjangkau.
Selain faktor sumber daya alam, kebijakan subsidi juga memainkan peran penting. Qatar misalnya memiliki tarif listrik sekitar Rp522 per kWh, sedangkan Kuwait berada di kisaran Rp636 per kWh. Arab Saudi juga menawarkan tarif sekitar Rp848 per kWh, jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara Eropa. Dukungan pemerintah membantu menjaga harga listrik tetap stabil bagi rumah tangga.
Meski demikian, kebijakan subsidi memiliki konsekuensi tersendiri bagi anggaran negara. Pemerintah harus menyediakan dana yang besar untuk mempertahankan harga listrik yang rendah. Karena itu, setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyeimbangkan antara keterjangkauan tarif dan keberlanjutan fiskal. Kebijakan energi yang dipilih akhirnya sangat menentukan harga listrik yang dinikmati masyarakat.
Data dari GlobalPetrolPrices.com menunjukkan bahwa tarif listrik dunia dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kebijakan pemerintah hingga ketersediaan sumber daya energi. Negara-negara Eropa dan sejumlah wilayah kepulauan mendominasi daftar negara dengan tarif listrik termahal. Sebaliknya, banyak negara kaya minyak dan gas menikmati tarif listrik yang jauh lebih rendah berkat sumber energi domestik dan dukungan subsidi.
Indonesia sendiri berada di posisi ke-98 dari 145 negara dengan tarif rata-rata sekitar Rp1.483 per kWh. Posisi tersebut menunjukkan bahwa biaya listrik di Indonesia masih relatif terjangkau dibandingkan sebagian besar negara lain. Sementara itu, Bermuda menjadi negara dengan tarif listrik tertinggi sekitar Rp7.596 per kWh, sedangkan Iran menjadi yang termurah dengan tarif sekitar Rp49 per kWh. Perbedaan yang mencapai lebih dari 155 kali lipat tersebut memperlihatkan betapa besar pengaruh kebijakan energi terhadap kehidupan masyarakat di seluruh dunia.















![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter Spongebob, Bisa Betul Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260426/untitled_ed317754-35d8-4cfe-9cfd-5824b065d8cf.png)


