4 Ciri Investasi Bodong yang Wajib Diwaspadai

- Menjanjikan keuntungan tetap dan tidak masuk akal, bertentangan dengan prinsip investasi yang berkaitan dengan untung dan rugi.
- Tidak memiliki izin resmi dari otoritas berwenang, sulit dipertanggungjawabkan secara hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
- Sistem perekrutan anggota yang agresif, aliran dana hanya bergantung pada setoran dari anggota baru saja.
Maraknya penawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar mungkin membuat banyak orang mudah tergiur, tapi tanpa pertimbangan yang matang. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan adanya investasi bodong yang merugikan masyarakat.
Kurangnya pemahaman terkait ciri investasi bodong sering menjadi penyebab utama seseorang terjebak dalam penipuan. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali beberapa ciri investasi bodong berikut ini agar tidak sampai tertipu.
1. Menjanjikan keuntungan tetap dan tidak masuk akal

Investasi bodong biasanya menawarkan keuntungan yang besar dalam waktu relatif singkat dengan risiko yang cenderung kecil atau bahkan tanpa risiko sama sekali. Janji ini biasanya bertentangan dengan prinsip investasi yang memang selalu berkaitan dengan untung dan rugi.
Keuntungan tetap yang konsisten tanpa berpengaruh terhadap kondisi pasar harus dicurigai oleh konsumen. Penawaran seperti ini kerap digunakan untuk menarik minat calon korban secara cepat.
2. Tidak memiliki izin resmi dari otoritas berwenang

Salah satu ciri utama dari investasi bodong adalah tidak terdaftar secara resmi atau tidak memiliki izin dari lembaga pengawas. Legalitas merupakan hal penting, sehingga jika legalitasnya tidak jelas tentu aktivitas investasi akan sulit dipertanggungjawabkan secara hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pelaku biasanya kerap menghindari pertanyaan terkait perizinan atau memberikan dokumen yang sulit diverifikasi. Kondisi ini nantinya akan membuat investasi berpotensi mendatangkan kerugian atau justru tidak aman untuk dicoba.
3. Sistem perekrutan anggota yang agresif

Investasi bodong kerap mengandalkan sistem perekrutan anggota baru dengan janji bonus tambahan yang akan diperoleh. Fokus utama yang ada justru bukan dari pengelolaan aset, melainkan pada jumlah orang yang berhasil diajak bergabung.
Skema yang ada akan membuat aliran dana hanya bergantung pada setoran dari anggota baru saja. Jika perekrutan mulai melambat, maka sistemnya akan runtuh dan merugikan bagi sebagian besar peserta yang ada.
4. Informasi produk dan pengelolaan dana yang tidak transparan

Kurangnya keterbukaan terkait cara pengelolaan dana menjadi tanda bahaya yang serius. Investor tidak memberikan penjelasan dengan jelas terkait instrumen investasi yang memang digunakan, sehingga hal ini patut dicurigai.
Pelaku biasanya hanya akan menekankan keuntungan tanpa memaparkan terkait risiko secara seimbang. Minimnya transparansi seolah menunjukkan bahwa dana yang masuk berpotensi tidak dikelola dengan baik sebagaimana mestinya oleh pihak investasi tersebut.
Mewaspadai ciri investasi bodong merupakan langkah penting untuk memproteksi keuangan pribadi. Dengan bersikap kritis dan tidak mudah tergiur janji manis, maka risiko kerugian dari investasi bodong pun dapat dihindari. Harus ekstra selektif dalam memilih investasi!


















