Koreksi atau crash pasar saham memang sering membuat investor panik. Namun, bagi investor yang memiliki strategi dan dana yang cukup, kondisi seperti ini juga bisa menjadi kesempatan untuk menemukan saham atau aset berkualitas dengan harga yang lebih menarik. Ketika harga turun, fokusnya bukan sekadar mencari aset yang paling murah, tetapi menemukan investasi yang memiliki fundamental dan strategi yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi pasar.
Saat ini, valuasi sejumlah saham berkapitalisasi besar berada di level yang cukup tinggi. Salah satu indikatornya adalah Shiller CAPE (cyclically adjusted price-to-earnings) ratio, yang berada di angka 42,15. Angka tersebut menjadi salah satu level tertinggi dalam sejarah metrik valuasi tersebut, bahkan mendekati level yang terakhir terlihat ketika gelembung dot-com mencapai puncaknya pada 1999.
Jika pasar mengalami penurunan signifikan, tentu tidak semua saham besar yang saat ini terlihat mahal akan otomatis menjadi pilihan menarik. Justru, investor perlu lebih selektif dalam menentukan aset yang berpotensi memberikan peluang terbaik ketika valuasi mulai turun.
Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan dalam skenario tersebut adalah VictoryShares US Value Momentum ETF (NASDAQ: ULVM).
