AS Utak-atik Sanksi Iran, Rupiah Tutup Melemah Tipis ke Rp17.723

- Rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.723 per dolar AS pada Selasa.
- Sentimen pasar datang dari perluasan sanksi ekonomi AS terhadap Iran dan risiko jalur pelayaran.
- Untuk Rabu, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan potensi melemah pada rentang Rp17.730 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah dilaporkan melemah datar terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan perdagangan Selasa (25/8/2026). Rupiah parkir di level Rp17.723 per dolar AS sore ini.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terkoreksi tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.721 per dolar AS.
1. Sentimen datang dari sanksi ekonomi baru AS ke Iran

Ilustrasi uang. (IDN Times/Mela Hapsari) Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperluas sanksi ekonomi guna memutus jalur keuangan Iran. Negara-negara lain pun diminta menghentikan bisnis dengan Iran atau berisiko terdepak dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
"Namun, ia menolak menyebutkan negara mana saja yang akan menjadi sasaran, dengan alasan bahwa ia ingin memberikan waktu bagi negara-negara tersebut untuk mematuhi arahan baru itu," katanya.
Meski Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tidak menutup opsi militer, AS kini lebih fokus pada tekanan ekonomi. Langkah ini sempat meredakan kekhawatiran pasokan minyak global.
Namun, ancaman Iran terhadap jalur pelayaran tetap mempertahankan premi risiko, yakni biaya kompensasi atas risiko tinggi pada harga minyak, terbukti dari insiden serangan kapal tanker di lepas pantai Oman pada Selasa.
2. Investor menantikan pidato The Fed
Ibrahim menyampaikan, Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan kesiapannya untuk memperluas pembelian kembali utang berjangka panjang, meskipun belum memberikan indikasi langkah tambahan baru pada hari Senin.
Bessent juga menyebutkan pemerintah akan segera meluncurkan inisiatif fiskal yang bertujuan mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah.
"Saat ini, investor menantikan data inflasi AS mendatang dan pidato pertama Warsh di Jackson Hole. Kondisi inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat ekspektasi akan kebijakan The Fed yang lebih longgar," kata dia.
3. Proyeksi pergerakan rupiah untuk perdagangan Rabu
Ibrahim memaparkan setelah sempat melemah hingga 25 poin, rupiah akhirnya ditutup melemah tipis 2 poin di level Rp17.723 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp17.721 per dolar AS.
Untuk perdagangan Rabu (26/8/2026), Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah kembali pada rentang Rp17.730 hingga Rp17.750 per dolar AS.













![[QUIZ] Dari Hobi Kak Ros Upin & Ipin, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)




