Kenaikan gaji tentu jadi kabar yang menyenangkan setelah kamu melewati berbagai target dan tanggung jawab di tempat kerja. Namun, kenaikan gaji belum tentu berarti daya beli kamu ikut meningkat, lho, terutama kalau persentasenya masih kalah dari kenaikan harga barang dan jasa. Kondisi ini membuat nominal penghasilan memang bertambah, tapi kemampuanmu untuk membeli kebutuhan sehari-hari justru belum tentu lebih baik.
The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat upah riil masih berada di bawah level awal 2021 di sekitar dua per tiga negara OECD, meskipun upah riil sudah kembali tumbuh di hampir seluruh negara tersebut. Data terbaru dari U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) juga menunjukkan gambaran serupa, ketika rata-rata upah per jam nominal pekerja swasta Amerika Serikat naik 3,2 persen secara tahunan pada Juli 2026, tapi setelah disesuaikan dengan inflasi, upah riil per jam justru turun 0,2 persen.
Jadi, kalau kamu merasa kenaikan gaji belum membuat kondisi finansial lebih lega, jangan buru-buru pasrah karena ada beberapa langkah yang bisa dicoba.
