Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Perlu Dicek sebelum Menandatangani Akad Kredit agar Aman

5 Hal yang Perlu Dicek sebelum Menandatangani Akad Kredit agar Aman
ilustrasi seorang pria menandatangani dokumen properti di dalam ruangan (pexels.com/Proyek Saham RDNE)
Intinya Sih
  • Calon debitur perlu memastikan nominal pinjaman dan tujuan penggunaan dana sesuai persetujuan, karena akad kredit berkekuatan hukum dan menentukan kewajiban selama masa pembiayaan.
  • Besaran serta mekanisme bunga, juga seluruh biaya tambahan seperti administrasi, provisi, asuransi, dan notaris, harus dipahami karena memengaruhi total biaya kredit.
  • Periksa tenor, jadwal jatuh tempo, aturan pelunasan dipercepat, denda, agunan, serta hak dan kewajiban; tanyakan bagian yang belum jelas sebelum menandatangani akad.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengajukan kredit merupakan keputusan keuangan yang membutuhkan pertimbangan secara matang. Sebelum kredit resmi berjalan, calon debitur akan melalui proses penandatanganan akad kredit yang berisi hak, kewajiban, serta berbagai ketentuan yang mengikat kedua belah pihak. Dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum sehingga seluruh isinya perlu dipahami sebelum ditandatangani.

Sayangnya, masih banyak orang yang terburu-buru menandatangani akad kredit tanpa membaca isi perjanjian secara menyeluruh. Padahal, ketidaktelitian dalam memahami isi akad dapat menimbulkan beban keuangan maupun persoalan hukum di kemudian hari. Berikut lima hal yang perlu dicek sebelum menandatangani akad kredit agar proses pembiayaan berjalan lebih aman.


1. Pastikan jumlah pinjaman dan tujuan penggunaannya sudah sesuai

ilustrasi dua orang sedang meninjau dan menandatangani dokumen resmi di dalam ruangan
ilustrasi dua orang sedang meninjau dan menandatangani dokumen resmi di dalam ruangan (pexels.com/Ron Lach)

Sebelum menandatangani akad, periksa kembali nominal pinjaman yang tercantum pada dokumen. Pastikan jumlah tersebut sesuai dengan hasil persetujuan yang telah disepakati bersama pihak pemberi kredit. Kesalahan pencantuman nominal dapat memengaruhi jumlah kewajiban yang harus dibayar selama masa pinjaman.

Selain nominal, pahami pula tujuan penggunaan dana apabila jenis kredit memiliki ketentuan tertentu. Beberapa produk pembiayaan memang hanya diperuntukkan bagi kebutuhan tertentu, seperti pembelian rumah, kendaraan, atau modal usaha. Memastikan seluruh informasi tersebut sesuai akan membantu menghindari kendala pada masa mendatang.


2. Periksa besaran bunga dan cara perhitungannya

ilustrasi seseorang yang menggunakan kalkulator dengan dokumen properti di atas meja
ilustrasi seseorang yang menggunakan kalkulator dengan dokumen properti di atas meja (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

Bunga menjadi salah satu komponen yang paling memengaruhi total biaya kredit. Oleh sebab itu, calon debitur perlu mengetahui besarnya suku bunga sekaligus memahami mekanisme perhitungannya selama masa pinjaman berlangsung. Informasi ini akan memberikan gambaran mengenai total kewajiban yang harus dipenuhi.

Cari tahu apakah bunga yang digunakan bersifat tetap, mengambang, atau kombinasi keduanya. Masing-masing jenis bunga memiliki karakteristik yang dapat memengaruhi besarnya cicilan pada periode tertentu. Dengan memahami sistem tersebut, calon debitur dapat menyusun perencanaan keuangan secara lebih realistis.


3. Cermati seluruh biaya tambahan yang dikenakan

ilustrasi pasangan muda bertemu dengan agen properti untuk membahas pembelian properti
ilustrasi pasangan muda bertemu dengan agen properti untuk membahas pembelian properti (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

Selain pokok pinjaman dan bunga, akad kredit biasanya memuat berbagai biaya tambahan yang perlu diperhatikan. Biaya tersebut dapat berupa biaya administrasi, provisi, asuransi, notaris, maupun komponen lain sesuai dengan jenis kredit yang diajukan. Seluruh biaya tersebut akan memengaruhi total dana yang harus dipersiapkan.

Jangan hanya berfokus pada besarnya cicilan setiap bulan tanpa menghitung keseluruhan biaya yang muncul selama proses kredit. Apabila terdapat komponen biaya yang belum dipahami, mintalah penjelasan secara langsung kepada pihak pemberi kredit sebelum akad ditandatangani. Langkah ini membantu menghindari kesalahpahaman sekaligus membuat keputusan finansial menjadi lebih bijak.


4. Pahami jangka waktu dan jadwal pembayaran

ilustrasi seseorang memegang kalender dengan tanggal September yang dilingkari
ilustrasi seseorang memegang kalender dengan tanggal September yang dilingkari (pexels.com/Produksi SHVETS)

Jangka waktu kredit merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena akan memengaruhi besarnya cicilan dan total biaya yang harus dibayarkan. Pastikan tenor yang tercantum dalam akad telah sesuai dengan kesepakatan serta kemampuan finansial yang dimiliki. Semakin panjang masa kredit, umumnya cicilan bulanan menjadi lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan bisa lebih besar.

Periksa juga tanggal jatuh tempo pembayaran beserta ketentuan apabila ingin melunasi pinjaman lebih cepat. Beberapa produk kredit memiliki syarat tertentu terkait pelunasan dipercepat maupun perubahan jadwal pembayaran yang perlu dipahami sejak awal. Memahami seluruh ketentuan tersebut membantu debitur menyusun perencanaan keuangan dengan lebih baik sekaligus mengurangi risiko keterlambatan pembayaran.


5. Baca ketentuan hak dan kewajiban secara menyeluruh

ilustrasi dua orang sedang meninjau dokumen di lingkungan kantor
ilustrasi dua orang sedang meninjau dokumen di lingkungan kantor (pexels.com/Ron Lach)

Akad kredit tidak hanya memuat kewajiban debitur, tetapi juga menjelaskan hak yang dimiliki masing-masing pihak selama masa perjanjian berlangsung. Luangkan waktu untuk membaca setiap pasal, termasuk ketentuan mengenai denda keterlambatan, pelunasan dipercepat, agunan, hingga mekanisme penyelesaian apabila terjadi perselisihan. Jangan ragu bertanya apabila terdapat istilah atau isi perjanjian yang belum dipahami.

Memahami seluruh isi akad akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tanggung jawab yang harus dipenuhi setelah kredit berjalan. Langkah ini juga membantu menghindari kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Semakin baik pemahaman terhadap isi perjanjian, semakin besar pula peluang menjalankan kewajiban kredit dengan aman dan sesuai ketentuan.

Menandatangani akad kredit bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga merupakan bentuk persetujuan atas seluruh isi perjanjian yang memiliki kekuatan hukum. Memastikan nominal pinjaman, memahami mekanisme bunga, mencermati biaya tambahan, mengecek jangka waktu pembayaran, serta membaca seluruh hak dan kewajiban merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

Ketelitian sebelum menandatangani akad akan membantu calon debitur mengambil keputusan yang lebih tepat sesuai dengan kemampuan keuangannya. Dengan persiapan yang matang, proses kredit dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan meminimalkan risiko munculnya permasalahan finansial maupun hukum pada masa mendatang.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More