Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Hong Kong menjajaki penguatan kerja sama strategis di bidang keuangan syariah, membidik momentum pertumbuhan aset keuangan syariah global yang diproyeksikan mencapai 9,7 triliun dolar Amerika Serikat pada 2029. Peluang ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI (PEBS FEB UI) bersama IFG Progress di Graha CIMB Niaga, Jakarta, beberapa waktu lalu.
FGD mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan komunitas pasar keuangan dari kedua negara. Hadir dari Indonesia antara lain perwakilan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KNEKS, dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI). Dari Hong Kong, forum dihadiri Chairman Hong Kong Securities & Futures Professionals Association (HKSFPA) Mofiz Chan dan Direktur Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) Horasis Lung.