- 75 persen untuk seluruh pengeluaran sehari-hari
- 15 persen untuk investasi jangka panjang
- 10 persen untuk tabungan dan kebutuhan jangka pendek
Ingin Keuangan Lebih Terkontrol? Coba Metode Anggaran 75/15/10

Metode anggaran 75/15/10 membagi pendapatan bersih menjadi tiga bagian: 75 persen untuk pengeluaran harian, 15 persen untuk investasi jangka panjang, dan 10 persen untuk tabungan serta kebutuhan jangka pendek.
Pendekatan ini dianggap lebih realistis dibanding aturan 50/30/20 karena memberi ruang lebih besar bagi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya biaya hidup tanpa mengabaikan tujuan menabung dan berinvestasi.
Popularitas metode ini tumbuh karena kesederhanaannya—cukup memantau tiga kategori utama agar keuangan tetap terarah, fleksibel, dan mudah diterapkan oleh siapa pun tanpa pencatatan rumit.
Mengatur keuangan pribadi sering kali terasa rumit. Banyak orang mencoba berbagai metode anggaran, tetapi akhirnya menyerah karena terlalu banyak kategori yang harus dipantau atau target penghematan yang terasa sulit dicapai. Di tengah meningkatnya biaya hidup, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya perumahan, tidak sedikit orang yang merasa metode pengelolaan keuangan tradisional sudah tidak lagi realistis diterapkan.
Karena itu, semakin banyak pakar keuangan yang merekomendasikan pendekatan yang lebih sederhana dan fleksibel. Salah satu metode yang mulai menarik perhatian adalah aturan 75/15/10, sebuah kerangka pengelolaan keuangan yang dirancang untuk membantu seseorang membelanjakan uang secara lebih terstruktur tanpa harus mencatat setiap pengeluaran secara rinci.
Metode ini menawarkan keseimbangan antara kebutuhan saat ini, tujuan keuangan jangka pendek, dan pembangunan kekayaan jangka panjang. Dengan aturan yang mudah dipahami, siapa pun dapat mulai menerapkannya tanpa perlu memiliki pengetahuan keuangan yang mendalam.
Table of Content
1. Apa itu aturan 75/15/10?

Dikutip dari GOBankingRates, aturan 75/15/10 membagi pendapatan bersih atau take-home pay ke dalam tiga kelompok utama:
Konsepnya sederhana: selama total pengeluaran tetap berada dalam batas 75 persen dari pendapatan, kamu memiliki keleluasaan untuk mengatur kebutuhan dan gaya hidup sesuai kondisi masing-masing.
Berbeda dengan aturan 50/30/20 yang sering dianggap terlalu ketat karena membatasi kebutuhan pokok hanya 50 persen dari pendapatan, metode 75/15/10 lebih realistis bagi banyak orang yang hidup di tengah kenaikan biaya hidup saat ini.
2. Porsi 75 persen untuk seluruh pengeluaran bulanan

Bagian terbesar dari pendapatan dialokasikan untuk semua kebutuhan dan keinginan sehari-hari.
Dalam metode ini, kamu tidak perlu memecah anggaran ke dalam banyak kategori yang rumit. Yang terpenting adalah memastikan seluruh pengeluaran bulanan tidak melebihi 75% dari pendapatan yang diterima.
Kategori ini mencakup berbagai kebutuhan, seperti:
- Sewa rumah atau cicilan KPR
- Tagihan listrik, air, internet, dan telepon
- Premi asuransi
- Belanja kebutuhan rumah tangga
- Biaya transportasi dan bahan bakar
- Cicilan kendaraan
- Makan di luar
- Hiburan dan hobi
- Langganan aplikasi atau layanan streaming
- Belanja pakaian dan kebutuhan pribadi
Keunggulan utama dari sistem ini adalah fleksibilitasnya. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika suatu bulan lebih banyak menghabiskan uang untuk hiburan selama total pengeluaran masih berada dalam batas yang ditentukan.
3. Porsi 15 persen untuk investasi jangka panjang

Bagian kedua dari aturan ini difokuskan untuk membangun kekayaan di masa depan. Sebanyak 15 persen dari pendapatan dialokasikan untuk berbagai instrumen investasi jangka panjang yang dapat membantu meningkatkan nilai aset seiring waktu.
Dana ini dapat ditempatkan pada:
- Reksa dana
- Saham
- ETF (Exchange-Traded Fund)
- Dana pensiun
- Investasi properti jangka panjang
- Instrumen investasi lainnya yang sesuai dengan profil risiko
Prinsip terpenting dalam kategori ini bukanlah mencari investasi yang sempurna, melainkan membangun kebiasaan berinvestasi secara konsisten. Dengan melakukan investasi rutin setiap bulan, seseorang dapat memanfaatkan efek compounding atau bunga berbunga yang menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kekayaan jangka panjang.
Bahkan jika nominal investasi masih relatif kecil, konsistensi dalam menyisihkan dana akan memberikan dampak yang signifikan dalam jangka waktu bertahun-tahun.
4. Porsi 10 persen untuk tabungan dan dana darurat

Porsi terakhir dari pendapatan digunakan untuk membangun keamanan finansial jangka pendek. Pada tahap awal, dana ini idealnya difokuskan untuk membentuk dana darurat yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Setelah dana darurat dianggap cukup, alokasi 10% ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan keuangan jangka pendek, antara lain:
- Dana darurat
- Liburan atau perjalanan
- Biaya perbaikan kendaraan
- Renovasi rumah
- Dana pindah rumah
- Persiapan pernikahan
- Biaya pendidikan
- Pengeluaran medis yang telah direncanakan
Keberadaan dana ini membantu mengurangi ketergantungan pada kartu kredit atau utang ketika muncul kebutuhan mendadak.
5. Mengapa aturan 75/15/10 semakin populer?

Salah satu alasan utama metode ini banyak diminati adalah karena lebih mudah diterapkan dibandingkan sistem anggaran yang lebih ketat.
Banyak orang merasa kesulitan menekan kebutuhan pokok hingga hanya 50 persen dari pendapatan, terutama di kota-kota besar yang memiliki biaya hidup tinggi. Aturan 75/15/10 memberikan ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa mengorbankan tujuan menabung dan berinvestasi.
Selain itu, metode ini tidak menuntut pencatatan pengeluaran yang terlalu detail. Cukup dengan memantau tiga kelompok besar tersebut, seseorang sudah dapat memiliki kerangka keuangan yang lebih sehat dan terarah.
Pada akhirnya, tidak ada metode anggaran yang cocok untuk semua orang. Namun aturan 75/15/10 menawarkan pendekatan yang sederhana, realistis, dan mudah diikuti oleh banyak kalangan, terutama mereka yang ingin mulai mengelola keuangan tanpa merasa terbebani.
Yang paling penting bukanlah apakah pembagiannya tepat 75 persen, 15 persen, dan 10 persen, melainkan kebiasaan untuk secara rutin menyisihkan uang bagi masa depan sambil tetap menjaga keseimbangan dengan kebutuhan saat ini. Dengan disiplin dan konsistensi, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu membangun fondasi keuangan yang lebih kuat, memberikan rasa aman yang lebih besar, serta membuka peluang untuk mencapai berbagai tujuan finansial dalam jangka panjang.


















