ilustrasi dana darurat (pexels.com/Karola G)
Mengingat fungsinya yang sangat penting, dana darurat lebih baik dipisahkan dengan dana untuk investasi. Berikut sejumlah alasannya.
Salah satu alasan dana darurat tidak boleh digunakan untuk investasi adalah karena nilai investasi dapat mengalami penurunan sewaktu-waktu. Hal ini terutama berlaku untuk instrumen berisiko tinggi seperti saham dan sejenisnya.
Bayangkan ketika kamu butuh dana darurat, tetapi portofolio investasinya sedang turun. Karena butuh dicairkan dalam waktu dekat, uang yang diterima bisa lebih kecil daripada modal awal yang diinvestasikan. Kondisinya tentu menjadi kurang ideal untuk dana yang seharusnya menjadi penyelamat ketika menghadapi situasi darurat.
Saat kondisi darurat terjadi, kamu butuh uang dalam waktu cepat. Karena itu, dana darurat sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau atau cepat cairnya.
Masalahnya, tidak semua instrumen investasi bisa dicairkan dengan cepat. Beberapa di antaranya butuh tahapan panjang mulai dari proses penjualan sampai pencairannya. Ada juga investasi tertentu yang punya periode jatuh tempo sehingga tidak fleksibel untuk kebutuhan mendadak.
Tujuan utama adanya dana darurat adalah menjadi cadangan uang ketika terjadi kondisi tidak terduga. Sementara itu, investasi umumnya dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan dalam jangka menengah hingga panjang.
Karena tujuannya berbeda, keduanya juga tidak bisa digabung. Jangan sampai uang yang seharusnya disiapkan untuk kebutuhan darurat justru ditempatkan pada instrumen yang tidak sesuai dengan kebutuhannya.