Banyak investor menggunakan Return on Equity (ROE) sebagai salah satu indikator untuk menilai kualitas sebuah perusahaan. Semakin tinggi ROE, semakin baik perusahaan dianggap dalam menghasilkan laba dari modal pemegang saham. Namun, melihat angka ROE saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa suatu perusahaan benar-benar berkualitas.
Dalam praktiknya, ROE yang tinggi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi yang belum tentu mencerminkan kinerja bisnis yang sehat. Karena itu, investor perlu memahami konteks di balik angka tersebut sebelum mengambil keputusan investasi. Berikut beberapa alasannya.
