Pergerakan harga saham sering kali terlihat sulit diprediksi. Dalam satu hari, sebuah saham dapat melonjak karena kabar positif, lalu kembali turun hanya beberapa jam kemudian akibat perubahan sentimen investor. Meski terlihat rumit, mekanisme dasarnya sebenarnya cukup sederhana: harga saham bergerak mengikuti keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Ketika jumlah investor yang ingin membeli lebih banyak daripada mereka yang ingin menjual, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika tekanan jual lebih besar daripada minat beli, harga saham biasanya akan mengalami penurunan. Namun, keputusan investor untuk membeli atau menjual dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kinerja perusahaan hingga kondisi ekonomi global.
