Ketika konflik geopolitik meningkat, dampaknya tidak hanya terasa di medan perang atau dalam hubungan antarnegara. Ketidakpastian juga dapat merembet ke perekonomian, mulai dari harga minyak, biaya kebutuhan sehari-hari, hingga nilai mata uang dan kondisi pasar investasi. Bagi masyarakat yang sedang menabung atau membangun kekayaan, situasi seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah menyimpan uang tunai masih menjadi pilihan paling aman ketika inflasi dan ketidakpastian meningkat?
Menurut investor legendaris Warren Buffett, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam situasi perang besar adalah menurunnya daya beli uang. Dalam wawancara dengan CNBC pada 2014, Buffett mengatakan bahwa nilai uang cenderung turun ketika sebuah negara terlibat dalam perang besar. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut telah terjadi dalam berbagai konflik sebelumnya, sehingga jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli dengan uang yang sama dapat berkurang.
Karena itu, Buffett selama bertahun-tahun menekankan pentingnya memiliki productive assets, atau aset produktif, yang mampu menghasilkan pendapatan dan memiliki nilai ekonomi nyata. Sejumlah pakar keuangan juga menjelaskan mengapa strategi tersebut dapat menjadi pertimbangan penting dalam menghadapi periode inflasi dan ketidakpastian.
