Pernah iseng membuka marketplace, tetapi akhirnya checkout barang yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam daftar belanja? Hal seperti ini sangat umum terjadi. Seseorang bisa saja awalnya tidak membutuhkan suatu produk, tetapi setelah melihat promo, ulasan pengguna, atau video iklan produk, tiba-tiba merasa barang tersebut layak dibeli.
Fenomena orang membeli barang yang awalnya tidak dibutuhkan bukan sekadar soal kurangnya kemampuan menahan diri. Ada berbagai faktor psikologis yang membuat seseorang lebih mudah melakukan pembelian impulsif, mulai dari sistem penghargaan di otak hingga pengaruh lingkungan dan strategi pemasaran. Mari, kita bahas lebih dalam seputar kebiasaan ini!
