Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

SIG Bukukan Laba Rp191 Miliar pada 2025, Ini Penopangnya

SIG Bukukan Laba Rp191 Miliar pada 2025, Ini Penopangnya
Proses pemuatan zak semen di dalam palka atau lambung kapal distribusi di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (dok. SIG)
Intinya Sih
5W1H
  • SIG mencatat laba bersih Rp191 miliar pada 2025 dengan volume penjualan 37,93 juta ton dan pendapatan Rp35,24 triliun berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak pertengahan tahun.
  • Transformasi bisnis melalui penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan berhasil meningkatkan penjualan domestik dan menekan beban operasional di tengah perlambatan industri semen nasional.
  • SIG menyiapkan ekspor lewat fasilitas baru di Tuban bersama Taiheiyo Cement serta memperkuat komitmen keberlanjutan dengan penurunan emisi signifikan dan peningkatan penggunaan energi terbarukan sepanjang 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tetap mencatatkan profitabilitas di tengah tekanan industri bahan bangunan sepanjang 2025. Kinerja ini ditopang strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten sejak pertengahan tahun.

Berdasarkan laporan keuangan audited 2025, SIG membukukan volume penjualan 37,93 juta ton dengan pendapatan Rp35,24 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp4,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp191 miliar. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa ketahanan kinerja ini tidak lepas dari disiplin perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang. Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” kata Vita Mahreyni.

1. Transformasi bisnis dorong pemulihan penjualan domestik

Foto 2 (1).jpg
Aktivitas bongkar muat dan penataan semen di gudang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (dok. SIG)

SIG menjalankan transformasi bisnis dengan fokus pada tiga strategi utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

Langkah ini mulai menunjukkan hasil, terutama pada kuartal III dan IV 2025, ketika penjualan domestik mulai membaik dan berkontribusi terhadap total penjualan tahunan.

Di tengah perlambatan industri semen nasional, pendekatan berbasis pasar mikro membantu SIG lebih adaptif dalam menangkap permintaan di berbagai wilayah.

2. Ekspansi regional dan efisiensi tekan beban

Semen Indonesia Group (SIG) berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (dok. SIG)
Semen Indonesia Group (SIG) berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (dok. SIG)

Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga mengoptimalkan pasar regional untuk menjaga kinerja tetap positif. Sepanjang 2025, penjualan regional mencapai 7,95 juta ton atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 6,96 juta ton pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, perusahaan juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional secara konsisten. Hal ini terlihat dari beban pokok pendapatan yang turun 0,3 persen serta beban usaha yang menurun 1,1 persen secara yoy.

Tak hanya itu, biaya keuangan bersih juga tercatat turun signifikan hingga 32,7 persen, yang turut memperkuat kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan di tengah tekanan industri.

3. Siapkan ekspor dan dorong bisnis berkelanjutan

Foto 3 (1).jpg
Fasilitas pengolahan limbah dan sampah menjadi bahan bakar alternatif di area green zone Pabrik Narogong, Jawa Barat. (dok. SIG)

SIG menatap tahun 2026 dengan sejumlah inisiatif strategis, salah satunya melalui pengembangan fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Melalui fasilitas ini, SIG menargetkan mulai melakukan ekspor pada pertengahan 2026 dengan kapasitas antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun. Selain ekspor, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan lini bisnis soil stabilization untuk membuka peluang pasar baru di sektor konstruksi.

Di sisi lain, SIG juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dengan mencatatkan penurunan emisi yang signifikan. Emisi gas rumah kaca cakupan 1 berhasil turun 21 persen dibandingkan baseline 2010, sementara emisi cakupan 2 turun 15 persen dibandingkan baseline 2019. Upaya ini didukung oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), dan limbah industri.

SIG juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta konversi gas panas buang menjadi energi listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG). Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif tercatat mencapai 681.567 ton, meningkat dari 550.085 ton pada 2024. Selain itu, tingkat substitusi energi panas (thermal substitution rate) juga naik menjadi 9,77 persen dari sebelumnya 7,56 persen.

“Bagi SIG, kinerja keberlanjutan tidak kalah pentingnya dengan kinerja bisnis. Bahkan SIG telah membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan bahkan saling mengisi satu dengan lainnya. SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi competitive advantage dan membuat perusahaan menjadi lebih adaptif dan berdaya saing di tengah kondisi industri domestik yang menantang dan situasi geopolitik yang dinamis,” ujar Vita Mahreyni. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More