Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ratu Maxima Berbagi Tips Kesehatan Finansial untuk Anak Muda Indonesia

Ratu Maxima Berbagi Tips Kesehatan Finansial untuk Anak Muda Indonesia
Konferensi Pers Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial, Ratu Maxima dari Belanda dengan Ketua OJK Mahendra Siregar di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya sih...
  • Fondasi pertama, dana darurat: Menurut Ratu Maxima, kemampuan mengelola kebutuhan harian adalah langkah paling dasar dalam kesehatan finansial. Dana darurat adalah syarat mutlak untuk membangun rencana jangka panjang.
  • Persiapan masa depan, menabung untuk rencana pensiun: Ratu Maxima menekankan perencanaan pensiun harus menjadi kebiasaan, bukan pilihan. Generasi muda perlu terbiasa menabung untuk masa tua agar tidak mengalami ketidakstabilan finansial di usia tua.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ratu Maxima dari Belanda pada pekan ini berkunjung ke Indonesia dan membagikan tips untuk memiliki kesehatan finansial bagi anak muda. Ia mengingatkan, memiliki tabungan dan asuransi sangat penting untuk saat ini.

Dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial, Ratu Maxima mengatakan, kesehatan finansial bukan sekadar soal punya uang, tetapi soal mampu merencanakan masa depan dengan percaya diri. Ia menegaskan, generasi muda harus mulai memikirkan tabungan, pensiun, dan kemampuan menghadapi kejutan ekonomi sejak sekarang.

“Ketika masih muda, kita merasa tidak akan pernah menjadi tua. Padahal perencanaan jangka panjang itu sangat penting, meski paling sulit dilakukan,” ujar Ratu Maxima dalam dialognya selama kunjungan ke Indonesia pada 25 hingga 27 November 2025.

Menurutnya, era sekarang menuntut setiap individu memahami empat pilar kesehatan finansial, yaitu kemampuan mengelola kebutuhan harian, kesiapan menghadapi guncangan ekonomi, perencanaan masa depan, dan rasa percaya diri finansial. Keempat pilar ini, kata dia, harus mulai dipahami sejak usia muda karena tekanan ekonomi akan semakin kompleks seiring waktu.

Ratu Maxima juga menyoroti stres finansial adalah masalah global, bukan hanya di Indonesia. Ia mengingatkan, ketika seseorang terlalu cemas soal utang atau biaya hidup, kemampuan bekerja pun ikut menurun, sehingga masalah makin menumpuk.

“Ketika seseorang tidak percaya diri dengan kondisi finansialnya, itu bisa membuat mereka tidak tidur, tidak fokus bekerja, bahkan tidak bisa berpikir jernih,” ujarnya.

1. Fondasi pertama, dana darurat

Ratu Maxima Berbagi Tips Kesehatan Finansial untuk Anak Muda Indonesia
ilustrasi dana darurat (usnplash.com/jakubzerdzicki)

Menurut Ratu Maxima, kemampuan mengelola kebutuhan harian adalah langkah paling dasar dalam kesehatan finansial. Banyak anak muda mendapatkan gaji lalu langsung menghabiskannya, padahal pengaturan sederhana seperti membuat prioritas dan anggaran dapat mencegah tekanan ekonomi di akhir bulan.

Ia menekankan, anak muda perlu mengatur pengeluaran dengan disiplin, memisahkan kebutuhan dari keinginan, menetapkan batas belanja, dan menghindari utang konsumtif.

“Kita semua punya banyak hal yang ingin dibeli, tetapi kemampuan memprioritaskan itu sangat penting,” ujarnya.

Di atas semua itu, dana darurat adalah syarat mutlak. Ratu Maxima menyebut tanpa dana darurat, seseorang tidak akan mampu membangun rencana jangka panjang apa pun.

“Kalau tidak punya tabungan untuk bulan depan ketika sesuatu terjadi, Anda akan selalu mengambil dari tabungan jangka panjang,” kata dia.

Ia mencontohkan situasi nyata yang didengar dari keluarga di Solo, banyak orang takut dengan biaya tak terduga seperti buku sekolah atau uang kegiatan anak. Dana darurat meski kecil akan mencegah seseorang jatuh pada pinjaman berbunga tinggi dan stres berkepanjangan.

Dana darurat ini idealnya dapat menutup biaya hidup 1–3 bulan, meski dalam praktiknya, pemulaan sekecil apa pun sudah lebih baik daripada tidak sama sekali.

2. Persiapan masa depan, menabung untuk rencana pensiun

Ratu Maxima Berbagi Tips Kesehatan Finansial untuk Anak Muda Indonesia
ilustrasi tabungan pensiun (freepik.com/freepik)

Ratu Maxima menekankan, perencanaan pensiun harus menjadi kebiasaan, bukan pilihan. Masalahnya, kata dia, sebagian besar anak muda memang tidak memikirkan masa tua.

“Ketika muda, kita tidak pernah merasa akan menjadi tua. Karena itu perencanaan jangka panjang jadi hal yang paling sulit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagaimana Belanda mengatasi masalah tersebut dengan membuat kebijakan ‘pensiun tiga hari’, yaitu periode khusus setiap tahun ketika perusahaan wajib mengedukasi seluruh karyawan soal masa depan finansial mereka. Langkah ini, menurutnya, berhasil meningkatkan kesadaran banyak orang tentang pentingnya meninjau kondisi pensiun secara berkala.

Menurut Ratu Maxima, Indonesia dapat mengadopsi model serupa melalui kolaborasi pemerintah, perbankan, dan perusahaan, agar generasi muda terbiasa menabung untuk masa tua.

“Apakah seseorang sudah menikah, punya anak, atau harus menanggung keluarga, semuanya memengaruhi rencana pensiun mereka,” ucapnya.

Ia menyoroti pula fenomena generasi sandwich, di mana anak muda yang harus membiayai anak sekaligus orang tua mereka. Kondisi ini membuat masa depan finansial semakin rentan bila tanpa tabungan jangka panjang.

“Ini akan menjadi isu yang makin besar. Karena itu anak muda harus diberi dukungan untuk merencanakan masa depan,” katanya.

Tanpa persiapan, generasi muda berisiko memasuki usia tua dengan ketidakstabilan finansial yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

3. Harus tingkatkan percaya diri pada finansial

Ratu Maxima Berbagi Tips Kesehatan Finansial untuk Anak Muda Indonesia
Konferensi Pers Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial, Ratu Maxima dari Belanda dengan Ketua OJK Mahendra Siregar di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Ratu Maxima juga menekankan, kesehatan finansial bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kondisi psikologis. Rasa tidak percaya diri, cemas tentang utang, atau ketakutan akan kondisi darurat keuangan dapat memengaruhi seluruh aspek hidup seseorang.

“Kalau seseorang stres soal keuangan, semua yang dipikirkan hanya itu. Bahkan ketika bekerja, pikirannya hanya tertuju pada utang atau masalah finansial,” ujarnya.

Kondisi ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga perusahaan yang bergantung pada produktivitas karyawan. Menurutnya, keterbukaan soal masalah finansial penting untuk mengurangi rasa malu dan isolasi. Banyak orang enggan membicarakan keuangan karena merasa itu aib, padahal hampir semua orang pernah mengalami kesulitan. Budaya ini perlu diubah agar masyarakat bisa mencari bantuan atau edukasi tanpa rasa takut.

Ratu Maxima percaya peningkatan literasi keuangan dapat membangun rasa percaya diri yang sehat. Ketika seseorang mengetahui cara membuat anggaran, mengelola utang, dan merencanakan masa depan, kecemasan finansial akan berkurang signifikan.

“Percaya diri dalam mengelola uang itu membuat orang tidur lebih nyenyak dan bekerja lebih baik,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Cek Detail Semua Pecahan

29 Nov 2025, 09:42 WIBBusiness