Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dell Kurangi 11 Ribu Pekerja demi Fokus ke Infrastruktur AI

Dell Kurangi 11 Ribu Pekerja demi Fokus ke Infrastruktur AI
Logo Dell (unsplash.com/Its me Pravin)
Intinya Sih
  • Dell mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 11 ribu karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerja globalnya pada tahun fiskal 2026 untuk menekan biaya operasional.
  • Langkah pengurangan ini dilakukan agar Dell dapat mengalihkan sumber daya ke pengembangan infrastruktur server berbasis kecerdasan buatan yang diproyeksikan tumbuh pesat hingga dua kali lipat pada tahun fiskal 2027.
  • Kebijakan Dell sejalan dengan tren efisiensi di Silicon Valley, di mana banyak perusahaan teknologi besar memangkas tenaga kerja demi mendukung investasi besar pada otomatisasi dan inovasi AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dell Technologies secara resmi mengumumkan kebijakan pengurangan karyawan di seluruh dunia melalui laporan tahunan terbarunya, pada Senin (16/3/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional, terutama di tengah ketatnya persaingan pasar teknologi saat ini.

Kebijakan ini menjadi tanda yang jelas bahwa fokus bisnis Dell mulai bergeser. Perusahaan tersebut kini mengurangi fokus pada unit bisnis konvensional, dan memilih untuk mengembangkan infrastruktur server akal imitasi (AI). Melalui penyesuaian ini, Dell berusaha menata ulang perusahaannya agar lebih cepat tanggap dalam memenuhi tingginya kebutuhan teknologi di masa depan.

1. Dell pangkas 11 ribu pekerja pada tahun fiskal 2026

Dell mencatat penurunan jumlah karyawan sebesar 10 persen, atau sekitar 11 ribu orang, selama tahun fiskal 2026. Lewat pengurangan ini, total pekerja Dell saat ini tersisa sebanyak 97 ribu orang. Perusahaan menyiapkan dana pesangon sebesar 569 juta dolar AS (Rp9,66 triliun) untuk periode ini, yang biayanya tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya.

Laporan tahunan perusahaan menunjukkan bahwa pembatasan perekrutan eksternal menjadi salah satu cara utama untuk mengendalikan pengeluaran dari dalam secara terus-menerus. Terkait landasan dari kebijakan penghematan ini, Dell memberikan pernyataan resminya di dalam laporan 10-K.

"Sepanjang tahun fiskal 2026, kami tetap berkomitmen pada manajemen biaya yang disiplin sejalan dengan inisiatif modernisasi bisnis," tulis laporan tersebut, dilansir Investing.

2. Dell kurangi pekerja demi dukung bisnis server kecerdasan buatan

Pengurangan karyawan ini bertujuan untuk mengalihkan dana perusahaan, guna mendukung pertumbuhan bisnis server yang dikhususkan untuk kecerdasan buatan. Pihak manajemen memperkirakan, pendapatan dari sektor ini akan meningkat hingga dua kali lipat pada tahun fiskal 2027 mendatang.

COO Dell, Jeff Clarke menekankan pentingnya menata ulang tim penjualan agar sejalan dengan berbagai kesepakatan bisnis besar yang rumit di era digital saat ini.

"Kami membatasi perekrutan eksternal dan mengatur ulang tim penjualan untuk melayani kebutuhan infrastruktur AI yang terus berkembang pesat," ujar Clarke, dilansir Techinasia.

3. Langkah Dell pangkas pekerja sejalan dengan tren di Silicon Valley

Langkah Dell mencerminkan pola serupa yang saat ini terjadi di Silicon Valley. Sepanjang tahun ini, puluhan perusahaan teknologi telah memangkas puluhan ribu pekerjaan. Analis industri menilai, fenomena ini merupakan upaya perusahaan besar untuk membiayai pengembangan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan yang membutuhkan banyak modal.

CEO Future Tech Enterprise, Bob Venero, menyatakan bahwa Dell bertindak sangat efisien dalam menyesuaikan struktur organisasinya dengan kondisi pasar dan perubahan teknologi baru.

"Dell melakukan langkah tepat sebagai organisasi tangkas dalam beradaptasi dengan era kecerdasan buatan dan modernisasi operasional," ujar Venero, dilansir CRN.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More