Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Industri Penerbangan AS Kolaps, CEO Maskapai Desak Kongres Bayar Gaji

Industri Penerbangan AS Kolaps, CEO Maskapai Desak Kongres Bayar Gaji
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/chris robert)
Intinya Sih
  • Para CEO maskapai besar AS mendesak Kongres segera mengakhiri penutupan pemerintahan yang membuat sekitar 50 ribu petugas keamanan bandara bekerja tanpa gaji selama krisis anggaran berlangsung.
  • Krisis pembayaran memicu lonjakan absensi petugas TSA hingga tiga kali lipat, menyebabkan antrean panjang dan gangguan jadwal penerbangan di bandara utama seperti JFK dan Newark Liberty.
  • Sepuluh CEO maskapai menuntut regulasi permanen seperti Aviation Funding Stability Act agar pendanaan sektor penerbangan tetap berjalan stabil tanpa terpengaruh kebuntuan politik di Washington.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jajaran pimpinan tertinggi dari berbagai maskapai besar di Amerika Serikat (AS) menyampaikan desakan resmi kepada Kongres agar segera mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan yang kini telah memasuki hari ke-29. Langkah ini diambil guna menyelamatkan nasib sekitar 50 ribu petugas keamanan bandara, yang tetap diwajibkan bekerja demi keselamatan publik meskipun mereka tidak menerima upah sama sekali selama krisis anggaran ini berlangsung.

Para pemimpin industri penerbangan tersebut memberikan peringatan keras kepada Kongres pada Minggu (15/3/2026). Mereka menyatakan bahwa kebuntuan politik di Washington dapat melumpuhkan sistem transportasi udara nasional, terutama di tengah lonjakan jumlah penumpang yang sedang bepergian saat ini.

Ketidakhadiran petugas keamanan di pos-pos pemeriksaan sudah mulai mengganggu jadwal penerbangan di sejumlah bandara utama. Hal ini memicu kekhawatiran besar akan terjadinya gangguan lebih luas jika solusi tidak segera ditemukan.

1. Krisis petugas keamanan mengancam operasional bandara AS

ilustrasi bandara (pixabay.com/Skitterphoto)
ilustrasi bandara (pixabay.com/Skitterphoto)

Penutupan sebagian pemerintahan federal yang bermula sejak 14 Februari 2026 telah memberikan beban finansial yang sangat berat bagi puluhan ribu personel Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) di seluruh wilayah AS. Sebagai pekerja kategori esensial, mereka tetap dituntut untuk hadir di tempat kerja setiap hari demi menjaga keamanan nasional, walaupun dana untuk pembayaran gaji mereka masih diblokir oleh perselisihan politik yang terjadi di tingkat pemerintah pusat.

Kondisi ini mencapai titik yang sangat memprihatinkan ketika sebagian besar petugas TSA hanya menerima cek gaji dengan nominal nol dolar, yang memaksa ribuan keluarga pekerja harus berjuang keras demi memenuhi kebutuhan hidup harian mereka. Melalui surat terbuka, para CEO maskapai menekankan bahwa situasi ini tidak lagi bisa ditoleransi karena menyangkut kelangsungan hidup para petugas yang selama ini menjadi tulang punggung keamanan di gerbang-gerbang udara negara tersebut.

2. Lonjakan absensi petugas memicu antrean panjang di berbagai bandara utama

Ilustrasi bandara (unsplash.com/tombag)
Ilustrasi bandara (unsplash.com/tombag)

Tekanan finansial yang tidak kunjung reda telah mengakibatkan lonjakan jumlah petugas keamanan yang tidak hadir bekerja secara mendadak, sehingga rata-rata tingkat absensi nasional kini meningkat hingga tiga kali lipat dari kondisi biasanya. Di beberapa lokasi strategis seperti Bandara Internasional JFK di New York dan Newark Liberty, angka ketidakhadiran petugas bahkan sempat menyentuh level yang sangat kritis, yakni mencapai lebih dari 50 persen akibat kombinasi masalah gaji dan cuaca buruk.

Kekurangan tenaga kerja ini secara langsung berdampak pada penutupan sejumlah jalur pemeriksaan keamanan, yang pada akhirnya memicu antrean penumpang yang luar biasa panjang hingga mencapai waktu tunggu lebih dari tiga jam di beberapa bandara utama. Otoritas bandara di wilayah Houston dan New Orleans bahkan harus mengeluarkan peringatan resmi agar para pelancong datang jauh lebih awal dari jadwal keberangkatan mereka guna menghindari risiko tertinggal pesawat akibat lambatnya proses pemindaian.

Mantan Administrator TSA, John Pistole, menekankan bahwa kondisi ini bukan sekadar masalah kenyamanan penumpang, melainkan sudah menyentuh aspek integritas keamanan transportasi udara nasional secara keseluruhan.

3. Desakan solusi hukum permanen untuk melindungi anggaran sektor penerbangan

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Jonathan Simcoe)

Menanggapi krisis yang terus berulang ini, sepuluh CEO maskapai dan perusahaan kargo terbesar mendesak Kongres untuk segera mengesahkan peraturan yang dapat menjamin ketersediaan dana operasional sektor penerbangan secara mandiri dan permanen. Mereka menuntut agar infrastruktur transportasi nasional tidak lagi dijadikan alat tawar-menawar dalam pertikaian politik antar partai, mengingat peran vital industri ini yang menyumbang lebih dari 7 persen terhadap Produk Domestik Bruto AS.

Para pelaku industri saat ini sedang mendorong pengesahan beberapa rancangan undang-undang, termasuk Aviation Funding Stability Act, yang bertujuan untuk memastikan bahwa personel kunci seperti petugas TSA dan pengontrol lalu lintas udara akan selalu dibayar tepat waktu tanpa bergantung pada status anggaran pemerintah. Kebuntuan di Washington yang dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai kebijakan imigrasi dianggap sebagai hambatan utama yang harus segera disingkirkan demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Christopher Sununu, selaku Presiden dan CEO Airlines for America, menegaskan bahwa stabilitas sistem penerbangan adalah kunci utama untuk menjaga daya saing ekonomi negara, terutama menjelang perhelatan besar internasional seperti Piala Dunia FIFA 2026 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More