Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan
ilustrasi bisnis kuliner (pexels.com/Edward Eyer)
Intinya Sih
  • Ramadan jadi momentum penting bagi UMKM karena lonjakan permintaan, namun diskon besar justru bisa menekan margin keuntungan dan melemahkan bisnis setelah periode tersebut berakhir.
  • Strategi efektif meliputi bundling bernilai tambah, storytelling emosional, promosi waktu terbatas, serta peningkatan pelayanan agar pelanggan merasa terhubung tanpa perlu potongan harga besar.
  • Kolaborasi antar UMKM dan penguatan komunitas mampu memperluas jangkauan pasar secara organik, menjaga profitabilitas, dan membangun pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ramadan selalu jadi momen emas bagi pelaku UMKM karena perputaran uang meningkat signifikan. Permintaan produk makanan, fesyen, hampers, hingga kebutuhan ibadah biasanya melonjak tajam dalam waktu singkat. Namun, banyak pelaku usaha langsung terpaku pada strategi potongan harga besar demi menarik pembeli.

Padahal, diskon berlebihan sering kali justru menekan margin keuntungan dan membuat bisnis terasa berat setelah Ramadan usai. Strategi yang cerdas seharusnya fokus pada peningkatan nilai, bukan sekadar perang harga. Dengan pendekatan yang tepat, omzet bisa naik tanpa perlu memangkas keuntungan secara agresif. Yuk, simak strategi efektif agar UMKM tetap untung maksimal selama Ramadan!

1. Optimalkan paket bundling bernilai tambah

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan
ilustrasi produk eksklusif (pexels.com/Wendy Wei)

Strategi bundling adalah cara cerdas untuk meningkatkan nilai transaksi tanpa harus memberi diskon besar. Dengan menggabungkan beberapa produk dalam satu paket spesial Ramadan, pelanggan merasa mendapatkan keuntungan lebih. Pendekatan ini mendorong pembelian dalam jumlah lebih besar secara natural.

Paket bundling juga memberi kesan eksklusif dan terkurasi, apalagi jika dikemas dengan tema Ramadan yang kuat. Produk makanan bisa dikombinasikan dengan minuman, atau produk fesyen dipadukan dengan aksesori pendukung. Nilai tambah ini membantu meningkatkan rata-rata transaksi tanpa harus menekan harga secara ekstrem.

2. Perkuat storytelling dan nilai emosional

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan
ilustrasi muslim membuat konten (pexels.com/cottonbro studio)

Ramadan bukan sekadar momen konsumsi, tetapi juga momen emosional dan spiritual. Mengangkat cerita di balik produk, proses produksi, atau kisah perjuangan usaha memberi kedekatan yang lebih kuat dengan pelanggan. Pendekatan ini membuat produk terasa lebih bermakna dibanding sekadar barang dagangan.

Strategi storytelling yang autentik membantu membangun loyalitas jangka panjang. Konten di media sosial bisa menonjolkan proses, testimoni, atau momen kebersamaan saat Ramadan. Ketika pelanggan merasa terhubung secara emosional, keputusan pembelian sering muncul tanpa harus terpancing diskon besar.

3. Maksimalkan promosi waktu terbatas

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan
ilustrasi bisnis digital (pexels.com/Burst)

Alih-alih diskon besar sepanjang bulan, promosi dengan batas waktu tertentu lebih efektif menjaga eksklusivitas. Strategi seperti limited time offer menciptakan rasa urgensi tanpa harus memangkas harga secara berlebihan. Pelanggan terdorong untuk segera mengambil keputusan sebelum periode promosi berakhir.

Pendekatan ini juga membantu mengatur arus penjualan agar lebih terkontrol. Misalnya, promo khusus menjelang berbuka atau menjelang akhir pekan Ramadan. Strategi berbasis waktu memberi efek psikologis yang kuat tanpa harus mengorbankan margin keuntungan secara signifikan.

4. Tingkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan
ilustrasi melayani pelanggan (pexels.com/Arina Krasnikova)

Kualitas pelayanan sering jadi pembeda utama di tengah persaingan ketat Ramadan. Respons cepat, pengemasan rapi, dan komunikasi ramah memberi kesan profesional yang sulit dilupakan. Pelanggan yang puas cenderung kembali tanpa harus tergiur diskon besar.

Memberikan pengalaman belanja yang nyaman, baik secara online maupun offline, meningkatkan peluang pembelian ulang. Detail kecil seperti kartu ucapan Ramadan atau kemasan tematik memberi sentuhan personal. Nilai pengalaman inilah yang sering kali lebih kuat daripada sekadar potongan harga.

5. Manfaatkan kolaborasi dan komunitas

5 Strategi Naikkan Omzet UMKM saat Ramadan Tanpa Diskon Berlebihan
ilustrasi bisnis pakaian (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kolaborasi antar UMKM bisa memperluas jangkauan pasar tanpa biaya promosi besar. Kerja sama produk, promosi silang, atau kampanye bersama membuat brand lebih dikenal luas. Strategi ini juga menciptakan efek sinergi yang saling menguntungkan.

Mengaktifkan komunitas pelanggan melalui program referensi atau tantangan kreatif Ramadan juga efektif meningkatkan penjualan. Dukungan komunitas memberi dorongan organik yang terasa lebih natural. Dengan kekuatan kolaborasi dan jejaring, omzet bisa meningkat tanpa perlu perang harga yang melelahkan.

Menaikkan omzet UMKM saat Ramadan gak selalu harus lewat diskon besar-besaran. Strategi berbasis nilai, pengalaman, dan kolaborasi justru memberi dampak yang lebih sehat bagi bisnis. Pendekatan ini membantu menjaga margin keuntungan sekaligus memperkuat posisi brand di mata pelanggan. Ramadan bisa menjadi momentum pertumbuhan yang berkelanjutan jika dikelola dengan strategi yang tepat dan terukur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More