Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tahan Harga vs Ikut Turun Harga, Mana Lebih Bijak setelah Lebaran?

Tahan Harga vs Ikut Turun Harga, Mana Lebih Bijak setelah Lebaran?
ilustrasi membeli makanan (pexels.com/Jonathan Cooper)
Intinya Sih
  • Setelah Lebaran, bisnis menghadapi penurunan permintaan dan dilema antara mempertahankan atau menurunkan harga agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan margin.
  • Menjaga harga disarankan jika produk punya value kuat, sementara penyesuaian harga bisa dilakukan dengan strategi promo ringan saat pasar mulai sensitif.
  • Hindari perang harga tanpa strategi dan fokus pada value produk; kombinasi strategi hybrid dapat menjaga brand sekaligus menarik pelanggan pasca-Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah Lebaran, banyak bisnis mulai menghadapi penurunan demand. Customer jadi lebih selektif, lebih sensitif terhadap harga, dan tidak lagi impulsif seperti sebelumnya. Di titik ini, muncul dilema klasik: tetap mempertahankan harga atau ikut menurunkannya?

Keputusan ini tidak bisa asal ikut tren. Salah langkah sedikit, margin bisa tergerus atau brand justru kehilangan posisi. Jadi, penting memahami kapan harus bertahan dan kapan perlu menyesuaikan.

1. Tahan harga kalau value produk kuat

Tahan Harga vs Ikut Turun Harga, Mana Lebih Bijak setelah Lebaran?
ilustrasi membeli kopi (pexels.com/Rachel Claire)

Kalau produk kamu punya value yang jelas, tidak perlu buru-buru turunkan harga. Customer tetap akan membeli jika mereka merasa worth it. Ini berlaku untuk produk dengan kualitas, branding, atau diferensiasi yang kuat.

Menjaga harga juga membantu menjaga positioning brand. Kamu tidak terjebak perang harga yang melelahkan. Ini strategi jangka panjang yang lebih sehat.

2. Turunkan harga kalau pasar mulai sensitif

Tahan Harga vs Ikut Turun Harga, Mana Lebih Bijak setelah Lebaran?
ilustrasi bisnis makanan (pexels.com/Kampus Production)

Kalau target market kamu mulai menahan belanja, penyesuaian harga bisa jadi solusi. Tapi bukan berarti langsung banting harga. Bisa dimulai dari promo ringan atau bundling.

Tujuannya bukan sekadar murah, tapi tetap menarik. Dengan begitu, kamu tetap relevan tanpa merusak margin terlalu dalam. Ini pendekatan yang lebih aman.

3. Hindari perang harga tanpa strategi

Tahan Harga vs Ikut Turun Harga, Mana Lebih Bijak setelah Lebaran?
ilustrasi membeli kopi (pedes.com/RDNE Stock project)

Ikut-ikutan menurunkan harga tanpa perhitungan bisa berbahaya. Margin menipis, tapi volume belum tentu naik. Ini sering terjadi setelah Lebaran.

Selain itu, brand bisa kehilangan nilai di mata customer. Mereka jadi terbiasa dengan harga murah. Ini sulit untuk dinaikkan kembali.

4. Fokus ke value, bukan sekadar harga

Tahan Harga vs Ikut Turun Harga, Mana Lebih Bijak setelah Lebaran?
ilustrasi bisnis coffe shop (pexels.com/monkeybusinessimage)

Customer setelah Lebaran lebih rasional. Mereka tidak hanya melihat harga, tapi juga manfaat. Ini peluang untuk menonjolkan value produk.

Perkuat komunikasi tentang kualitas, fungsi, atau keunggulan. Dengan begitu, kamu tidak harus selalu bersaing di harga. Ini strategi yang lebih sustainable.

5. Gunakan strategi hybrid

ilustrasi bisnis daging
ilustrasi bisnis daging (pexels.com/Garrison Gao)

Tidak harus memilih satu. Kamu bisa mengombinasikan keduanya. Misalnya, produk utama tetap di harga normal, tapi ada varian promo.

Strategi ini memberi fleksibilitas. Kamu tetap menjaga brand, tapi juga menarik customer yang sensitif harga. Ini sering jadi solusi paling efektif.

Tidak ada jawaban mutlak antara tahan harga atau ikut turun. Semua tergantung kondisi produk, market, dan positioning bisnis kamu. Yang penting, jangan reaktif tanpa strategi.

Fokus pada keseimbangan antara menarik customer dan menjaga profit. Karena setelah Lebaran, yang bertahan bukan yang paling murah, tapi yang paling cerdas membaca situasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More