Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Mengelola Keuangan dengan Baik Buat yang Hobi Belanja
www.resolution-marketing.co.uk
  • Tujuh tips penting agar hobi belanja tetap terkendali, mulai dari mengenali lapar mata hingga mengatur prioritas kebutuhan sebelum membeli barang.

  • Ditekankan pentingnya menunda keinginan belanja, melunasi tagihan terlebih dahulu, serta menjaga mood agar keputusan pembelian lebih rasional dan tidak impulsif.

  • Penggunaan kartu kredit dan godaan diskon perlu dikendalikan supaya pengeluaran tetap efisien dan barang yang dibeli benar-benar bermanfaat sesuai kebutuhan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengelola keuangan tentunya gak sebatas menyisihkan uang untuk ditabung dan berinvestasi. Apalagi jika kamu punya hobi berbelanja. Pengeloolaan keuangan akan menjadi tantangan tersendiri.

Agar duit bisa digunakan lebih bermanfaat, kamu juga juga harus menjadi pembelanja yang pintar. Karena sesungguhnya terdapat seni di balik menghabiskan uang, ada beberapa tips yang harus kamu ketahui.

1. Kenali dirimu sendiri di saat sedang lapar mata

ilustrasi belanja (pexels.com/Sam Lion)

Kita pasti udah gak asing lagi dengan istilah lapar mata. Istilah ni kerap didefinisikan sebagai dorongan kuat untuk memiliki sesuatu yang tertangkap oleh mata kita. Sebenarnya, beneran atau hanya perasaan kita saja sih saat merasakan lapar mata? Ternyata hal ini sesungguhnya ada dan bisa dijelaskan secara ilmiah lho.

Dilansir dari Scientific American, kita secara otomatis akan menaruh perhatian terhadap suatu hal yang bersifat baru dan berbeda. Ketika hal ini terjadi, area substantia negra atau ventral tegmental di otak akan aktif dan memunculkan efek lapar mata. Agar kantong tidak jebol ada baiknya kamu harus membedakan antara kebutuhan atau sekadar lapar mata.

2. Jadilah pembeli yang sabar

ilustrasi belanja (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Kunci menjadi pembeli yang cerdas adalah tidak menyesali barang yang dibelinya. Salah satu caranya tentu dengan memaksa dirimu menunda keinginan kuat untuk membeli suatu barang. Gak perlu lama-lama, cukup tunggu hingga tiga hari ke depan atau lebih. Waktu yang kamu miliki itu bisa membiarkanmu merenung sesaat sembari menentukan layak atau tidaknya kamu membeli barang tersebut.

3. Jika barang yang ingin kamu beli benar-benar dibutuhkan, mending borong sekalian dalam jumlah banyak

Ilustrasi belanja fashion branded (123rf.com/jackf)

Karena biasanya ada harga spesial yang ditawarkan jika kamu membeli suatu produk dalam jumlah banyak seperti sabun, makanan, atau pakaian. Kalau barang tersebut memang sangat dibutuhkan, gak ada salahnya ngeborong, toh gak akan mubazir. Tapi jangan lupa cek dulu ya jika memang tersedia harga grosir untuk barang yang mau kamu beli.

4. Jangan belanja sebelum semua tagihanmu lunas

Ilustrasi belanja online (Pexels.com/Gustavo Fring)

Ini merupakan salah satu hukum utama dalam mengatur keuangan yang juga punya dampak tersendiri di saat sedang berbelanja. Gak peduli kamu sudah bekerja, menikah, atau masih di bangku sekolah, hutang dan tagihan harus selalu dilunasi dahulu sebelum kamu ingin berfoya-foya. Kenapa? Supaya kamu bisa berbelanja lebih tenang tanpa ada ketakutan gak bisa membayar hutang lantaran uang kamu terlanjur habis.

5. Belanja hanya saat mood kamu lagi baik

Ilustrasi belanja pakaian (pexels.com/Sam lion)

Bagi sebagian orang mungkin belanja bisa menjadi aktivitas yang pas untuk melepas stres dan menghibur diri. Padahal, menurut penelitian kenyataannya sangat berbanding terbalik. 

Psikolog dari Harvard Decision Science Laboratory, Jennifer Lerner, mengatakan bahwa perasaan sedih justru bisa meningkatkan konsumsi yang akhirnya berimbas ke pengeluaran yang lebih banyak. Ada baiknya juga nih untuk kamu supaya memperhatikan kondisi perasaanmu sebelum berbelanja. Karena bisa saja kamu kesulitan berpikir jernih jika kamu lagi bad mood.

6. Batasi penggunaan kartu kredit

ilustrasi belanja online (freepik.com/efurorstudio-1)

Gak bosan-bosannya diingatkan ke kamu nih supaya jangan terlalu mengandalkan kartu kredit sebagai alat pembayaran jika bukan untuk pembelian yang begitu penting. Kartu kredit memang praktis dan nyaman, tapi bisa juga menimbulkan kecenderungan untuk kamu gak mengontrol pembelian. Jangan baru menyesal ketika tagihan datang ya.

7. Obral dan diskon bisa saja menguntungkanmu atau malah sebaliknya

ilustrasi diskon (unsplash.com/Artem Beliaikin)

Terkadang terlalu fokus ke harga bisa juga membutakanmu untuk menimbang-nimbang secara matang. Kamu bisa saja sumringah ketika berhasil membeli sebuah pakaian yang diskonnya mencapai 70 persen, tapi terlanjur telat menyadarinya bahwa pakaian tersebut gak bisa kamu pakai karena kebesaran atau semata-mata gak ada momen yang sesuai untuk memakainya. Jadi sebaiknya lain kali ketika kamu dihadapan dengan obralan, pastikan kamu mengingat yang menjadi kebutuhanmu ya.

Jangan lupa diingat dan dipraktekkan ya. Dijamin pola belanja kamu bisa saja menjadi lebih baik dan gak ada deh acara nyesel karena barang yang kamu beli gak sesuai dengan ekspektasi.

FAQ seputar Tips Mengelola Keuangan dengan Baik Buat yang Hobi Belanja

Apa yang dimaksud dengan pembelanja cerdas?

Pembelanja cerdas adalah seseorang yang mampu mengontrol keinginan saat berbelanja, memprioritaskan kebutuhan, serta mempertimbangkan manfaat barang sebelum membelinya.

Mengapa penting menghindari “lapar mata” saat berbelanja?

“Lapar mata” sering membuat seseorang membeli barang hanya karena terlihat menarik, bukan karena benar-benar dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu.

Mengapa perlu menunda pembelian sebelum membeli barang?

Menunda pembelian dapat membantu seseorang berpikir lebih rasional dan mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.

Mengapa sebaiknya tidak berbelanja sebelum melunasi tagihan?

Melunasi tagihan terlebih dahulu membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat dan mencegah seseorang mengalami kesulitan membayar kewajiban karena uang sudah habis untuk belanja.

Apakah diskon selalu menguntungkan saat berbelanja?

Tidak selalu. Diskon memang bisa menghemat pengeluaran, tetapi jika barang yang dibeli tidak benar-benar dibutuhkan, justru tetap membuat pengeluaran menjadi lebih besar.

Editorial Team