Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Baik

5 Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Baik
ilustrasi pasangan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya sih...
  • Menjumlahkan seluruh pendapatan, termasuk bonus dan penghasilan sampingan.
  • Membuat anggaran pengeluaran untuk kebutuhan primer, menabung, sedekah, dan biaya orangtua.
  • Mencatat pengeluaran untuk evaluasi keuangan dan mengalokasikan dana asuransi kesehatan terpisah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam rumah tangga, umumnya yang berperan sebagai “manajer keuangan” adalah istri. Tentu kamu mau, dong, jadi istri kebanggaan suami karena berhasil mengatur keuangan dengan baik.

Nah, ada beberapa tips bagaimana mengelola keuangan supaya kebutuhan rumah tangga terpenuhi, dan pastinya kondisi keuangan tetap sehat. Gak besar pasak daripada tiang! Yuk, ikuti pembahasannya berikut ini!

Table of Content

1. Menjumlahkan pendapatan yang diterima

1. Menjumlahkan pendapatan yang diterima

ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Hal pertama yang mesti kamu lakukan dalam mengelola keuangan rumah tangga, adalah jumlahkan seluruh pendapatan yang diterima. Gak hanya dari gaji, tapi juga berbagai penghasilan sampingan, termasuk bonus.

Yang penting juga diperhatikan, apakah keuangan rumah tangga ditopang oleh suami saja, atau pendapatan istri juga diikutkan. Sebaiknya, sebelum menikah, hal ini sudah kalian bicarakan bersama. Supaya pengelolaannya jadi mudah.

2. Buat anggaran pengeluaran

ilustrasi supermarket (unsplash.com/Imants Kaziļuns)
ilustrasi supermarket (unsplash.com/Imants Kaziļuns)

Setelah seluruh pendapatan berhasil dicatat, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran pengeluaran. Berapa jumlah alokasi untuk kebutuhan primer, misalnya untuk makan sehari-hari, transportasi, cicilan rumah, biaya listrik, uang SPP, dan lain-lain.

Jangan lupakan pula, berapa alokasi untuk menabung, sedekah, serta jumlah uang untuk kamu berikan pada orangtua serta mertua.

3. Catat pengeluaran

ilustrasi uang (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Setelah kamu menyusun anggaran, jangan lupa untuk mencatat besar pengeluaran. Ini penting, supaya kamu bisa melakukan evaluasi, apakah pengelolaan keuanganmu sudah tepat, atau masih ada yang perlu diperbaiki.

Mencatat pengeluaran memang butuh effort. Tapi, proses ini akan sangat membantumu untuk melihat dengan jelas penyebab kebocoran keuangan rumah tangga.

4. Lakukan evaluasi

ilustrasi menulis (pexels.com/JESHOOTS.com)
ilustrasi menulis (pexels.com/JESHOOTS.com)

Langkah selanjutnya, adalah melakukan evaluasi. Jika ternyata pengeluaran lebih besar dari pemasukan, lihat lagi catatan, supaya kamu bisa tahu letak permasalahannya.

Karena kondisi tersebut bisa jadi disebabkan kamu belum bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Dari catatan pengeluaran, besar untuk rekreasi dan senang-senang, ternyata melebihi dari yang sebelumnya kamu sudah anggarkan. Kalau sudah tahu, kamu jadi bisa memperbaiki di bulan berikutnya, supaya gak kebobolan!

5. Mengalokasikan dana asuransi

ilustrasi kursi roda (pexels.com/Marcus Aurelius)
ilustrasi kursi roda (pexels.com/Marcus Aurelius)

Masih banyak orang yang salah kaprah dan menganggap remeh asuransi. Berpikir kalau asuransi sama halnya dengan tabungan. Padahal, tujuan utama asuransi adalah proteksi.

Meskipun kamu dan pasangan sudah punya asuransi kesehatan dari kantor, sebaiknya buat asuransi kesehatan terpisah. Karena asuransi kantor, gak ada risiko sakit kritis. Dan ini yang sering jadi sumber malapetaka finansial dalam keluarga.

Ketika salah satu pihak sakit dan tidak bisa bekerja lagi, otomatis penghasilan stop, dan asuransi kesehatan dari kantor tak lagi didapatkan. Jika punya asuransi pribadi, ini akan jadi ban serep, sehingga keluarga gak harus kelimpungan dengan biaya yang besar.

Nah, semoga pembahasan tadi cukup membantu untuk mengelola keuangan rumah tangga dengan baik. Gak hanya bikin suami bangga, tapi juga memberimu rasa puas tersendiri karena telah berhasil mengatur finansial dengan mumpuni!

FAQ seputar Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Baik

Apa langkah pertama untuk mengelola keuangan rumah tangga yang baik?

Langkah pertama adalah menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima, termasuk gaji, bonus, dan penghasilan sampingan.

Bagaimana cara membuat anggaran pengeluaran yang efektif?

Buat anggaran dengan mengalokasikan dana untuk kebutuhan primer seperti makan, listrik, cicilan, serta tabungan dan asuransi.

Mengapa mencatat pengeluaran penting?

Mencatat pengeluaran membantu mengetahui seberapa besar uang keluar sehingga kamu bisa melihat potensi kebocoran dan menyesuaikan anggaran.

Apa manfaat evaluasi keuangan secara rutin?

Evaluasi membantu mengetahui apakah pengeluaran melebihi pemasukan dan bagian mana yang harus diubah agar keuangan lebih sehat.

Perlukah mengalokasikan dana untuk asuransi?

Ya, alokasikan dana untuk asuransi karena asuransi memberikan proteksi finansial terhadap risiko tak terduga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
L A L A .
EditorL A L A .
Follow Us

Latest in Business

See More

China Siapkan Subsidi Konsumen Rp149,2 Triliun pada 2026

01 Jan 2026, 07:03 WIBBusiness