Harapan Damai Iran Muncul, Rupiah Langsung Tancap Gas Sore Ini

- Rupiah menguat 86 poin ke level Rp16.863 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, didorong sentimen positif dari kabar potensi perdamaian Iran.
- Panggilan telepon antara Putin dan Trump memunculkan harapan penyelesaian cepat perang Iran, meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
- Meskipun ancaman minyak Iran masih ada, rencana pelepasan cadangan minyak AS dan dukungan G7 bantu stabilkan harga energi serta dorong optimisme penguatan rupiah.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (10/3/2026). Rupiah bertengger di level Rp16.863 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini ditutup menguat 86 poin atau 0,51 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.949 per dolar AS. Rupiah sempat menunjukkan penguatan hingga 95 poin.
1. Proposal damai Putin dan Trump dinginkan suasana
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pasar merespons positif kabar mengenai Presiden Rusia Vladimir Putin yang melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
"Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan telepon dengan Trump dan berbagi proposal yang bertujuan untuk penyelesaian cepat perang Iran, menurut seorang ajudan Kremlin, meredakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan yang berkepanjangan," kata dia.
Di sisi lain, Trump menyatakan dalam sebuah wawancara menilai perang melawan Iran sudah hampir selesai. Dia mengklaim posisi Washington saat ini sudah jauh lebih maju dibandingkan perkiraan jangka waktu awal yang ditetapkan selama empat hingga lima minggu.
2. Ancaman minyak Iran vs rencana pelepasan cadangan AS
Meski ada sinyal damai, ketegangan belum sepenuhnya hilang. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka yang akan menentukan akhir perang. Pihak Teheran masih mengeluarkan ancaman.
"Teheran tidak akan mengizinkan satu liter minyak pun diekspor dari wilayah tersebut jika serangan AS dan Israel berlanjut," tuturnya.
Namun, ancaman itu diredam oleh rencana Trump yang sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia. Trump juga menyiapkan opsi untuk melepaskan cadangan minyak mentah darurat demi menekan lonjakan harga minyak global.
Komitmen serupa juga datang dari negara-negara G7 yang menyatakan siap menerapkan langkah-langkah yang diperlukan sebagai respons atas kenaikan harga energi dunia, meskipun mereka belum secara resmi berkomitmen untuk melepas cadangan darurat tersebut.
3. Rupiah diprediksi masih lanjut ngegas
Melihat kinerja sejak awal tahun, rupiah saat ini tercatat mengalami pelemahan sebesar 1,10 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.
Untuk perdagangan hari Rabu (11/3/2026), rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif namun berpotensi kembali ditutup menguat. Mata uang Garuda diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.820 hingga Rp16.870 per dolar AS.















