Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.779 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.779 per Dolar AS
Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka melemah ke Rp16.779 per dolar AS, turun 20 poin atau 0,12 persen dibanding penutupan sebelumnya menurut data Bloomberg.
  • Penguatan dolar AS dipicu data ekonomi Amerika yang menunjukkan kinerja manufaktur dan pasar tenaga kerja lebih baik dari perkiraan.
  • Pelaku pasar menunggu hasil perundingan AS-Iran yang belum mencapai kesepakatan, membuat investor berhati-hati dan mendukung aset safe haven seperti dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan, Jumat (27/2/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.779 per dolar AS.

Rupiah tercatat melemah 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Daftar mata uang di Asia bergerak variatif

Mata uang di Asia bergerak variatif, rinciannya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,04 persen 
  • Yuan China melemah 0,17 persen
  • Bath Thailand menguat 0,11 persen
  • Rupee India menguat 0,04 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,09 persen
  • Won Korea melemah 0,32 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,27 persen
  • Dolar Singapura melemah 0,06 persen 16800

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak datar dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar AS terjadi setelah rilis sejumlah data ekonomi terbaru menunjukkan kinerja manufaktur dan pasar tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan.

2. Rupiah akan melemah hari ini

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak datar dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

"Penguatan dolar AS terjadi setelah rilis sejumlah data ekonomi terbaru menunjukkan kinerja manufaktur dan pasar tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan," tegasnya.

3. Pasar tunggu hasil perundingan AS-Iran

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik, khususnya hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum membuahkan kesepakatan. Ketidakpastian tersebut menambah kehati-hatian investor global dan menopang permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

"Dengan kombinasi penguatan dolar AS dan minimnya sentimen positif dari dalam negeri, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS," tegasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More