Mark Zuckerberg menghadapi potensi kewajiban pajak bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) jika usulan pajak kekayaan bagi miliarder di California, AS, mendapat persetujuan pemilih. Situasi ini membuat CEO Meta tersebut mempertimbangkan kemungkinan pindah dari negara bagian tempat perusahaan induk Facebook dan Instagram itu berkantor pusat.
Namun, Meta punya strategi khusus untuk mempertahankan Zuckerberg agar tetap tinggal dan memimpin perusahaan dari California. Perusahaan teknologi tersebut menyiapkan skema penerbitan saham baru yang memungkinkan Zuckerberg memperoleh dana untuk membayar potensi tagihan pajaknya tanpa kehilangan kendali atas perusahaan. Langkah ini menarik perhatian karena memperlihatkan bagaimana kebijakan pajak dapat memengaruhi keputusan pribadi seorang miliarder sekaligus strategi bisnis perusahaan teknologi raksasa.
Yuk, simak lima poin berikut untuk memahami strategi Meta dan dampak potensial kebijakan pajak tersebut terhadap Zuckerberg serta bisnisnya.
