Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Aku yang Mencintai Duka

[PUISI] Aku yang Mencintai Duka
ilustrasi mencintai duka (pexels.com/RDNE Stock project)

Aku temukan damai di rumah duka
Di wangi bunga, di cahaya lilin yang redup menyala
Di sana, kau masih terasa ada
Di antara bisik doa yang lirih melata

Tapi duka tak selalu bertanda batu
Kadang ia datang tanpa isyarat waktu
Kehilangan bukan hanya tentang yang mati
Tapi juga tentang yang hidup namun pergi

Hari-hari mengajakku mengenal perpisahan
Bukan hanya dengan mereka yang diam dalam ketiadaan
Ada yang masih bernapas namun terasa hilang
Ada yang tetap ada, tapi tak lagi pulang

Aku yang mencintai duka
Namun perlahan belajar melepasnya
Sebab rumah duka bukanlah tempatku selamanya
Hidup masih menunggu, dan aku harus melangkah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pisau Emas

05 Mar 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Mengais Ironi

[PUISI] Mengais Ironi

04 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kelam Malam Silam

[PUISI] Kelam Malam Silam

04 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction