Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Amerta di Tengah Gelap

1 min read
[PUISI] Amerta di Tengah Gelap
Langit malam dengan bulan dan bintang (Unsplash/Anthony Cantin)
Share Article

Bumantara riuh oleh bahana,
gaungnya mengguncang sukma;
kabut mengeram dalam atma,
meninggalkan buncah yang tiada reda.

Kebahagiaan yang pernah ada kian sirna,
larut bersama cakrawala yang kehilangan warna.
Ingin kutuang segala rona ke tengah dunia,
namun gamang mengekang hasrat yang membara.

Hingga kutengadah pada bentang angkasa,
ketika malam merunduk dalam hening yang lama.
Bintang berpendar di hamparan nirwana,
rembulan mengambang, teduh dalam senyapnya.

Saat itu kusadari dalam relung sukma:
kegelapan bukan selalu pertanda nestapa;
di balik pekat yang menyelimuti semesta,
cahaya justru menjelma lebih nyata.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team