Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Dunia yang Berisik

1 min read
[PUISI] Dunia yang Berisik
Ilustrasi dunia yang hancur (pexels/@Alfo Medeiros)
  • Puisi menggambarkan dunia yang kian bising oleh jeritan pertolongan, tekanan kerja, serta tangis dan doa manusia.
  • Kerusakan lingkungan ditampilkan melalui rumah satwa yang dibakar, plastik di laut, pohon ditebang, serta alam yang bergetar dan menghitam.
  • Krisis keluarga dan konflik antarmanusia muncul lewat sakit, beban tagihan, iri, dan dengki hingga dunia kehilangan ketenangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Jeritan permintaan tolong di kolong jembatan
Darah dan keringat di kantor terkemuka
Tangis dan doa di sepertiga malam

Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Lolongan serigala saat rumahnya dibakar
Muntahan ikan berisi plastik
Air mata pepohonan yang rebah ditebang

Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Demam adik yang tak kunjung reda
Peluh ibu yang tak sempat mengering
Tagihan ayah yang terus menumpuk

Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Tanah bergetar seolah sedang murka
Langit menghitam menelan siang
Sungai kehilangan nama dan muaranya

Akhir-akhir ini, dunia lebih berisik dari biasanya
Kita saling menyerang
Melempar sejuta iri dan dengki
Sampai dunia lupa bagaimana caranya diam

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team