Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Antara Redup dan Hidup

[PUISI] Antara Redup dan Hidup
ilustrasi berusaha bangkit dari keterpurukan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Berbisik di hati yang sunyi

Memberi api pada diri yang telah mati

Kala harapan kembali datang mengisi

Kala impian mulai perlahan hadir di sanubari

Ku kira mentari kan kembali terang

Memberi jalan dengan gemilang

Ku rasa kini aku bisa percaya

Bahwa bahagia pun bisa ku miliki di dunia

Namun, mengapa tiba-tiba kau pergi tanpa kata?

Memberi luka yang belum sembuh sempurna

Mengapa menabur janji saat tak mampu setia?

Hati yang rapuh kembali hancur untuk yang kedua

Di antara redup dan hidup ku berdiri

Mengobati hati untuk kesekian kali

Mengapa cobaan datang silih berganti?

Pertanyaan yang terus bergema sepanjang hari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction