Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ayunan di Bawah Pohon
ilustrasi ayunan di bawah pohon (unsplash.com/Luke Chui)

Ayunan itu masih setia tergantung
Di bawah pohon yang menaunginya
Sekali kusentuh talinya yang mulai usang
Masa kecilku kembali berayun bersama angin

Di sanalah dunia terasa begitu sederhana
Tak ada yang kupikirkan selain bermain
Ayah mendorongku hingga tertawa lepas
Ibu menyambutku dengan senyum hangat

Baru kini aku mengerti sepenuhnya
Ayunan itu bukan sekadar permainan
Ia dibangun dari tenaga dan kasih sayang
Agar aku mengenal bahagia

Waktu berjalan tanpa pernah menunggu
Rambut mereka memutih, langkah melambat
Tangan yang dulu mengangkat dan menopangku
Kini tak lagi sekuat saat mengikat ayunan itu

Maka biarlah kini menjadi giliranku
Menjadi tempat mereka bersandar di masa tua
Dulu mereka mendorong ayunanku penuh cinta
Kini aku yang menjaga langkah mereka

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team